Sukses

Ingin Cepat Hamil

24 Jul 2017, 10:32 WIB
Wanita, 36 tahun.

Tulis Pertanyaan...saya baru nikah usia suami saya 47 tahun dan saya mau punya anak secepatnya dan saya kemarin sudah priksa ke bidan di suntik kasih obat dan susu katanya biar mencegah datang bulan biar cepat hamil tp yg saya dapat kan malah datang bulan lagi apakah saya harus berobat lagi apa tidak dok

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Halo, kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Usaha-usaha yang dapat Anda lakukan dalam memperoleh keturunan diantaranya adalah dengan melakukan hubungan seksual di sekitar masa subur Anda. Masa subur adalah masa di mana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur, Anda harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid Anda dari 3-6 siklus haid terakhir. Jika siklus menstruasi Anda berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu. Kemudian Anda dan pasangan juga perlu melakukan hubungan seksual yang teratur 2-3 x/minggu.

Di samping itu, yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan bagi Anda dan suami adalah merubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga.

Perlu juga diperhatikan:

Hentikan segala kegiatan yang kurang baik. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol
Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas
Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

Apabila setelah satu tahun melakukan hubungan intim secara teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi kehamilan belum juga terjadi, perlu dicari penyebab yang mendasari baik dari pihak Anda maupun suami. Anda dapat menjalani pemeriksaan hormonal, USG rahim, atau HSG. Untuk suami, dapat dilakukan pemeriksaan analisa sperma baik secara kualitas maupun kuantitas.  Apabila ditemukan adanya kelainan agar dapat segera ditatalaksana sesuai penyebabnya. Melihat usia suami Anda, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan analisis sperma dan konsultasikan hasilnya dengan dokter.

Untuk itu kami sarankan sebaiknya Anda dan suami berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan (untuk istri) dan dokter spesialis andrologi (untuk suami) untuk tatalaksana yang lebih optimal. Semoga Anda dan suami cepat diberikan momongan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar