Sukses

Rhinitis Alergi

23 Jul 2017, 15:59 WIB
Pria, 50 tahun.

Hallo dok, saya pilek kurang lebih sudah dua tahun, tapi kadang pilek kadang enggak disertai bersin-bersin. Yang ingin saya tanyakan, apakah itu berbahaya? terimakasih.

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Rhinitis alergi adalah penyakit peradangan yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien-pasien yang memiliki atopi (riwayat alergi). Rhinitis alergi memberikan gambaran kelainan pada hidung dengan gejala-gejala bersin-bersin, keluarnya cairan dari hidung, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar dengan alergen (zat yang menimbulkan alergi).

Gejala klinis yang khas adalah terdapatnya serangan bersin yang berulang-ulang terutama pada pagi hari, atau bila terdapat kontak dengan sejumlah debu. Sebenarnya bersin adalah mekanisme normal dari hidung untuk membersihkan diri dari benda asing, tetapi jika bersin sudah lebih dari lima kali dalam satu kali serangan maka dapat diduga ini adalah gejala rhinitis alergi. Gejala lainnya adalah keluar ingus (rinore) yang encer dan banyak. Hidung tersumbat, mata gatal dan kadang-kadang disertai dengan keluarnya air mata.
Beberapa gejala lain yang tidak khas adalah
allergic shiner bayangan gelap di bawah mata
allergic salute Gerakan mengosok-gosokan hidung pada anak- anak
allergi crease, timbulnya garis pada bagian depan hidung.

Apakah Anda memiliki alergi sebelumnya? Apabila Anda memiliki gejala rhinitis alergi, Anda dapat melakukan hal berikut :

1. Lindungi diri terhadap suhu yang dingin

Anda dapat mengenakan baju hangat, mengonsumsi makanan atau minuman hangat.

2. Pastikan Rumah Bersih

Setiap kali masuk ke dalam rumah, tanpa disadari, Anda mempersilakan zat alergen ikut masuk. Zat-zat alergen ini menempel di pakaian, sepatu, rambut, dan kulit Anda. Mandi setelah beraktivitas di luar, membersihkan rumah secara rutin, atau meninggalkan sepatu di luar rumah akan menjaga rumah Anda bebas dari zat alergen.

3. Pasang Filter Udara

Salah satu penyebaran zat alergen adalah melalui udara. Dengan memasang filter udara di AC atau jendela, tingkat penyebaran zat alergen di dalam rumah akan turun hingga 95%. Cara lain yang jitu adalah dengan menutup jendela supaya serbuk atau debu tidak masuk ke dalam rumah.

4. Kenakan Masker

Mengenakan masker dapat membantu zat alergen masuk ke dalam hidung. Kenakan di saat Anda membersihkan rumah. Pilihan masker tipe N95 dapat menyaring partikel kecil seperti serbuk sari atau debu yang dapat memicu alergi Anda.

5. Konsumsi Makanan Sehat

Studi menyatakan bahwa individu yang rajin mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah lebih kuat melawan alergi. Jadi, cobalah memasukkan sayuran atau buah-buahan di dalam menu makan Anda.

6. Minum Banyak Air

Meminum banyak air membantu menipiskan mukosa di saluran napas sehingga meringankan alergi Anda.

7. Membersihkan Rumah dengan Cara Aman

Hati-hati dengan alat pembersih rumah Anda. Alih-alih membersihkan rumah, alat-alat tersebut malah memicu alergi Anda semakin parah. Beberapa produk pembersih rumah mengandung zat kimia yang bisa mengiritasi saluran hidung. Agar aman, Anda bisa memakai produk yang aman seperti cuka atau baking soda untuk membersihkan debu atau kotoran. Atau beli penyedot debu yang sudah dilengkapi HEPA filter untuk menyaring zat alergen.

8. Penguapan

Menghirup uap adalah cara simpel melegakan saluran pernafasan. Duduk di hadapan wadah berisi air panas lalu tutupi kepala dengan handung dan hirup uapnya. Bila dilakukan secara rutin, metode penguapan ini bisa mengurangi gejala alergi Anda.

9. Hindari Asap Rokok

Asap rokok bisa memicu atau bahkan memperparah alergi Anda. Jadi bila Anda merokok, stop sekarang juga dan jauhi orang atau tempat yang penuh asap rokok.

10. Terapi Alami

Ada beberapa terapi alami untuk meredakan alergi. Seperti suplemen tanaman obat dari ekstrak daun tanaman stinging nettle atau dari bunga Magnolia, Mint, Dandelion dan lainnya.

 

Apabila keluhan ini telah berlangsung lama dan semakin mengganggu, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) untuk mengetahui penanganan lebih lanjut.



Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat,

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar