Sukses

Tanda Orgasme dan Cara Hamil Anak Laki-laki

23 Jul 2017, 10:48 WIB
Wanita, 29 tahun.

Salam dokter, Saya Nia, 29 tahun. Saya menikah satu setengah bulan yg lalu dan berencana segera memiliki anak. Menurut artikel yg saya baca untuk mendapatkan anak laki2 disarankan wanita meraih orgasme terlebih dahulu. Pertanyaan saya dokter, orgasme itu seperti apa tandanya? Bagaimana caranya untuk meraih orgasme? Mengapa harus meraih orgasme dahulu? Sekian pertanyaan saya. Terima kasih. Salam.

Terima kasih telah bertaya tentang tanda orgasme dan cara hamil anak laki-laki melalui fitur Tanya Dokter. 

Orgasme adalah perasaan kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuh, membuat seluruh tubuh berkontraksi sampai ke puncaknya. Pada wanita, orgasme akan tampak secara fisik sebagai gerakan bergelombang atau kontraksi otot berirama yang dirasakan pada 1/3 depan vagina dan anus.

Pada tahap awal perangsangan, terjadi pelumasan liang vagina sebagai akibat pengumpulan darah pada dinding vagina. Apabila rangsangan dilanjutkan, gejolak seksual akan menjadi lebih jelas meliputi sebagian besar bagian tubuh. Pada saat mencapai orgasme, klitoris akan tertarik ke atas dan terjadi gerakan bergelombang dalam vagina akibat kontraksi otot berirama pada 1/3 depan liang vagina dan anus. Kontraksi otot pertama terjadi sangat kuat dengan kecepatan sedikit lebih cepat dari kontraksi berikutnya, kemudian melemah dengan kecepatan lebih jarang. Sensasi ini tidak hanya dirasakan pada daerah panggul, tetapi juga tersebar ke seluruh tubuh. Ketika mencapai puncak orgasme, sebagian wanita akan merasakan otot-otot seluruh tubuhnya menegang/kaku, diikuti sensasi yang menyenangkan yang akan tampak dari ekpresi wajahnya.

Bagaimana jelasnya proses orgasme itu dicapai dan apa yang terjadi saat orgasme hanya dapat dirasakan oleh wanita itu sendiri. Bukanlah hal mudah untuk mengungkapkanya, karena sifatnya yang subyekif atau bergantung pada penilaian individual.

Sementara itu untuk dapat hamil anak laki-laki secara ilmiah, penelitian hingga saat ini menemukan bahwa yang memegang kendali dalam menentukan jenis kelamin anak adalah sperma dari suami. Laki-laki memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sel telur perempuan memiliki dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Sehingga bila dalam hubungan intim, sperma X yang membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan. Sedangkan, jika sperma Y yang membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan antara kromosom X dan Y, dan didapat bayi laki-laki. Ilmu ini dalam mewujudkan keinginan jenis kelamin anak hanya dapat ditempuh dengan metode inseminasi buatan atau bayi tabung, dan keberhasilan dari angka kehamilan dengan bayi tabung baru 30%.

Namun, apabila ingin mencoba untuk memiliki anak laki-laki disarankan untuk berhubungan seksual pada saat ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur. Ovulasi terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya plus minus 1 hari. Hal ini disebabkan karena sel sperma yang mengangkut genetik-Y (laki-laki) dapat berenang lebih cepat menuju sel telur namun tidak dapat bertahan lama di dalam saluran reproduksi wanita. Berbeda dengan sel sperma yang mengangkut genetik-X (perempuan) yang berenang lebih lambat namun mampu bertahan lebih lama di dalam saluran reproduksi wanita.

Perlu diingat bahwa peristiwa kehamilan dan penentuan jenis kelamin janin adalah kuasa dari sang Pencipta dan manusia hanyalah sebagai fasilitator di dalamnya. Sehingga, kembali lagi, segala sesuatunya dikembalikan kepada kuasa Sang Pencipta yang memberikan kehidupan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar