Sukses

Perut Berbunyi dan Mual

21 Jul 2017, 10:02 WIB
Wanita, 18 tahun.

Beberapa hari yang lalu saya demam tinggi, terkadang menggigil kedinginan, setelah beberapa hari demam hilang, namun setelah itu saya terkena diare parah, sampai saya merasa lemas, (saya sudah dibawa ke dokter, dan diberi beberapa obat), saat diare mulai hilang, saya mengalami mual dan kembung akhirnya saya diberi oralit, akhirnya mual sedikit demi sedikit hilang. Hari ini nafsu makan saya meningkat, jadi saya tidak terlalu khawatir akan penyakit saya yang kemarin, tp menjelang sore perut saya mulai terasa sakit, Bergerak sedikit saja membuat perut saya sakit dan mual sekaligus, namun jika saya diam berbaring, sakitnya tidak terasa sama sekali. perut saya juga sering berbunyi (seperti bunyi orang kelaparan) Mohon dibantu kira kira saya sakit apa ya?

Terima kasih telah bertanya tentang perut berbunyi dan mual melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sayangnya sulit bagi kami untuk menjelaskan kondisi Anda hanya dengan keterangan yang Anda berikan. Diperlukan sebuah pemeriksaan fisik dan tambahan untuk menilai sebuah kondisi dengan seksama. Akan tetapi keluhan sesak dan pusing Anda mungkin berhubungan dengan Sindrom Dispepsia. Oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit tentang keluhan peningkatan asam lambung atau disebut sindrom dispepsia. Sindrome dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Selain itu, dispepsia juga dapat disertai rasa pusing, keringat dingin, dsb. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit tukak lambung atau kelebihan asam lambung. Pengobatan sindrom dispepsia sangat tergantung dari penyebabnya.

Awalnya, Anda dapat mengonsumsi obat penetral asam lambung yang berisikan antasid untuk meredakan gejala. Selain dengan pemberian obat penetral asam lambung secara teratur, kami sarankan sebaiknya Anda menjaga pola makannya dengan makan lebih sering dalam porsi kecil dan teratur, menghindari makanan pedas, asam, alkohol, kopi, soda, dan makanan yang dapat merangsang pengeluaran gas seperti kol dan menghindari obat-obatan yang menimbulkan luka pada lambung seperti aspirin. Selain itu, stres psikis juga harus dihindari karena dapat memicu pengeluaran asam lambung yang berlebihan.

Jika setelah menjalankan terapi di atas namun tetap tidak ada perbaikan pada keluhan-keluhan Anda, Kami sarankan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Keluhan sesak nafas yang anda alami bisa jadi bagian dari penyakit ini atau merupakan bagian lain dari penyakit seperti paru atau jantung. Namun untuk menegakkan diagnosis diperlukan pemeriksaan langsung oleh seorang dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai perut berbunyi dan mual. Semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar