Sukses

Penyebab Haid Jarang atau Oligomenorea

21 Jul 2017, 12:05 WIB
Wanita, 22 tahun.

Bukan kali ini aja dpt haid 2 bulan sekali dokt, ada beberapa jg saya jarang lancar haidnya. Bahkan pernah 5 bulan sekali. Ketika dpt haid nyeri perut dibawah agak sedikit sakit terus agak lamaan nyeri nya, tetapi kalau saya dpt haid gitu paling lama 5 hari udh selesainya, itupun darah nya normal gak terlalu byk gak terlalu sedikit jg. Tetapi darahnya coklat gelap dokt,saya jd khawatir kalau begitu

Terimakasih telah bertanya tentang oligomenorea melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kondisi Anda.

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Tidak semua wanita mengalami siklus menstruasi yang teratur setiap bulannya. Kelainan pada siklus menstruasi dapat berupa polimenorea, oligomenorea ataupun amenorea.

Yang Anda alami tergolong oligomenorea. Melihat usia Anda yang tergolong remaja, hal ini wajar terjadi, karena hormon-hormon kewanitaan baru mulai bekerja dan membutuh waktu untuk mencapai kondisi stabil yang nampak sebagai pola haid yang teratur. Bila pola haid yang tidak teratur ini berlangsung terus-menerus, kemungkinan memang ada hal yang mendasari.

Oligomenorea merupakan suatu keadaan dimana siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari, sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Wanita yang mengalami oligomenorea akan mengalami menstruasi yang lebih jarang daripada biasanya. Namun, jika berhentinya siklus menstruasi ini berlangsung selama lebih dari 3 bulan, maka kondisi tersebut dikenal sebagai amenorea (tidak haid) sekunder. Selengkapnya di sini: Penyebab Tidak Haid Berbulan-bulan.

Oligomenorea sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. 

Disamping itu, oligomenorea dapat juga terjadi pada:

  • Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Stress dan depresi
  • Sakit kronik
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Adanya tumor yang melepaskan estrogen
  • Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • dsb

Umumnya oligomenorea tidak menyebabkan masalah, namun pada beberapa kasus oligomenorea dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Pada kasus Anda, hal ini sering terjadi, oleh karena itu sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kebidanan dan kandungan.

Baca juga: 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar oligomenorea. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar