Sukses

Takut Malam Pertama

20 Jul 2017, 20:02 WIB
Wanita, 28 tahun.

Beberapa hari lagi saya akan melangsungkan pernikahan dengan seorang laki-laki yang notabene sudah menjadi teman saya sejak kuliah (sekitar 10 tahun lamanya). Sebelum memutuskan menikah, kami banyak menghabiskan waktu dengan hanya bercerita seputar kantor, kampus, keluarga dan seputar teman-teman kami. Sebelum memutuskan menikah, kami bahkan nyaris tidak pernah bicara soal personal kami secara mendalam (sepertinya karena kami menganggap sudah sangat mengenal satu sama lain). Yang saya takutkan adalah, karena sampai saat ini tidak banyak hal yang berubah, kami tetap memperlakukan pasangan seperti teman sendiri, saya justru takut menghadapi malam pertama. Saya takut canggung ketika berhubungan seks dan takut berdampak pada cara pasangan saya menikmati hubungan seks kami. Ketakutan saya tidak hanya atas dasar kecanggungan, namun ada masalah lain, saya takut pasangan saya tidak puas dengan fisik yang saya miliki, terlebih saya memiliki bercak kulit di area pinggul. Kekurangan itu juga yang membuat saya takut pasangan saya tidak puas dengan hubungan seks kami. Saya ingin meminta saran kepada para dokter terkait ketakutan yang saya alami ini. Terima kasih banyak.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kami ucapkan selamat atas rencana pernikahan Anda dan pasangan. Hubungan seksual yang berhasil antara suami dan istri didasari perasaan saling memiliki, mencintai, saling menerima, menghargai, menghormati sehingga sebenarnya tidak bergantung dari durasi hubungan seksual. Selama suami dan istri sama-sama merasakan kepuasan dan saling menikmati keintiman sehingga makin mendekatkan hubungan mereka maka hubungan seksual yang harmonis tidak bergantung dari lamanya saja namun berbagai aspek.

Hubungan seksual memiliki beberapa tahapan, dimulai dari foreplay, dilanjutkan dengan penetrasi, dan diakhiri dengan orgasme atau ejakulasi. Apabila memang masih belum dapat terangsang dengan foreplay adekuat, maka harus ditelusuri lagi secara mendalam apa yang melatarbelakangi gangguan ini, mungkin saja gangguan hormonal, stres, terlalu lelah, banyak pikiran, dan sebagainya.

Foreplay merupakan suatu kegiatan seksual dan interaksi mesra antara pasangan secara emosional ataupun fisik yang berguna untuk memicu nafsu seksual sehingga dapat terjadi aktifitas seksual yaitu penetrasi penis ke dalam vagina. Bentuk dari foreplay dapat bermacam-macam dari pengeluaran kata-kata, menyentuh, berciuman, berpelukan hingga membuka baju pasangan. Tujuan dari foreplay adalah untuk meningkatkan nafsu seksual dari pasangan dan membina hubungan emosional dan fisik yang mesra antar pasangan. Oleh karena itu, terlebih bagi wanita foreplay sangatlah penting agar terjadi lubrikasi yang adekuat untuk menghindari nyeri saat berhubungan seksual.

Berikut kami sertakan beberapa artikel untuk Anda dan pasangan:

6 Cara Bangun Mood Seks

Ingin Seks Hot? Lakukan Olahraga Ini!

Awas! Seks Terganggu Bau Mulut

Mengimbangi 'Permainan' di Ranjang

Seks untuk Manfaat Kesehatan

Apakah yang Terjadi di Otak Saat Orgasme?

Gagal Membangun Mood Seks Pada Wanita

Wilayah Sensitif

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga pernikahan Anda dan pasangan senantiasa langgeng dan cepat diberikan keturunan.

0 Komentar

Belum ada komentar