Sukses

Keputihan

20 Jul 2017, 10:30 WIB
Wanita, 19 tahun.

Awalnya keputihan seperti susu basi dan sangat gatal tapi hanya sehari karna langsung saya bersihkan. Besoknya keputihan susu basi hilang tp msh gatal akhirnya saya memutuskan untuk periksa ke dokter (klinik apolo) stelah itu di berikan resep dan obat (starcef 200 cefixime dan diflucan fluconazole 150mg) sudah sy konsumsi. Udah habis pastinya. Sekarang udah tidak gatal tp mengeluarkan cairan yang berbau amis dok. Sy tetap jaga kebersihan tapi masih seperti itu. Cairan yang keluar warna putih tapi bau nya aneh. Sy gk pernah seperti ini sebelumnya. Oya hasil tes sy lekosit 10-12, epithel positif dan jamur positif. Menurut dokter gimana? Apakah ada penyakit berBahaya karena keputihan berbau ini tak kunjung sembuh? Sy gk tau golongan darah sy jadi saya asal aja dok pilih A

Terima kasih sudah bertanya seputar penyebab dan cara mengatasi keputihan menggunakan fitur tanya dokter di Klikdokter.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

1. Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
2. Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
3. Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
4. Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
5. Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal maka memerlukan pengobatan dengan antijamur / antibiotik / antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar