Sukses

Rumah Lembab Dan Dampak Penggunaan Dextromethorpan

19 Jul 2017, 22:04 WIB
Pria, 27 tahun.

Terima kasih sebelumnya atas jawaban dari keluhan saya. Begini Dok, saya berpindah tempat tinggal ke sebuah rumah yang berhawa suhu lembab. Kebetulan, aktifitas saya juga kebanyak dilakukan di dalam rumah. Lalu, semenjak saya tinggal di rumah baru ini, saya sering mengalami gejala seperti masuk angin, perut kembung, mual, keluar keringat dingin dan meriang. Saya mau bertanya, gejala penyakit apakah ini? Apakah penyebabnya karena suhu tempat tinggal saya yang lembab? Bagaimanakah penanganannya? Dan, sebelumnya saya pernah mengidap asma sedari kanak-kanak. Tapi semenjak saya mengkonsumsi obat dextromethorphan, asma saya sekarang telah sembuh. Tapi, yang saya khawatirkan apakah gejala yang saya alami sekarang adalah efeknya dari obat dextromethorphan yang cukup lama saya konsumsi? Sekian Dok.

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter.

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Sulit bagi kami menentukan penyakit apa yang Anda derita karena banyak sekali penyakit yang memiliki gejala yang serupa. Sebaiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung dan jika dibutuhkan akan dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Bagaimana dengan ventilasi rumah Anda ? Apakah sudah cukup ? Usahakan agar sirkulasi  udara rumah Anda cukup dan terjaga kebersihannya.

Dextromethorphan (DMP) banyak diberikan dalam bentuk sediaan sendiri maupun campuran dalam sirup untuk menekan refleks batuk, terutama batuk kering. Obat ini merupakan obat bebas yang banyak digunakan sebagai pereda gejala flu dan batuk. 

Pada dosis rendah, dextromethorphan (DMP) memang bekerja pada reseptor opioid untuk menekan pusat batuk, sesuai dengan efek yang diharapkan dari obat ini dalam mengatasi batuk dan flu. Namun, beberapa pihak menyalahgunakan obat ini dengan mengunakannya dalam dosis yang besar dengan harapan munculnya efek halusinasi dari obat tersebut. Efek halusinasi merupakan kondisi munculnya efek perubahan persepsi terhadap objek, situasi, pikiran, dan perasaan sekitar, di mana apa yang terlihat nyata sebenarnya tidak nyata. Efek halusinasi yang timbul pun bertahap, sesuai dengan dosis yang digunakan. Ternyata bukan hanya efek halusinasi saja yang dapat muncul, namun juga efek berbahaya yang dapat mengancam nyawa.

Sebuah laporan kasus menyebutkan bahwa seorang pasien yang mengonsumsi dextromethorphan (DMP) dalam jumlah banyak dan tidak wajar mengalami penurunan kesadaran, peningkatan tekanan darah hingga 177/113 mmHg, peningkatan suhu tubuh, dan peningkatan denyut jantung hingga 128 kali per menit. Pada kasus lain bahkan ada yang langsung mengalami penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba.

Faktanya, penggunaan dextromethorphan (DMP) dalam dosis berlebih memang terbukti dapat menyebabkan efek samping atau toksisitas serotonergik, yakni efek yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah (hipertensi), peningkatan denyut jantung (takikardi), peningkatan suhu tubuh (hipertermia), perubahan status mental kesadaran, dan timbulnya refleks otot yang tidak normal, terutama di bagian tubuh bagian bawah

Penyalahgunaaan dextromethorphan (DMP) bukan saja terjadi di Indonesia. Sebuah jurnal tahun 2014 menyebutkan bahwa penyalahgunaan dextromethorphan (DMP) meningkat sejak tahun 2006, dengan perkiraan 1 juta orang pengguna yang berusia antara 12-25 tahun di Amerika Serikat. Pada kasus tersebut, sebanyak 6000 kasus di antaranya mengalami kondisi parah yang harus ditangani ke ruang gawat darurat. Selain itu, jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa media sosial dan internet merupakan media penyebaran informasi yang berperan penting dalam penyalahgunaan kasus dextromethorphan (DMP) ini.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.
Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar