Sukses

Penanganan Perut Melilit, Sakit Tenggorokan, Masuk Angin & Demam

19 Jul 2017, 22:34 WIB
Pria, 20 tahun.

dok aku mau nnya , apa yang harus dilakukan : - jika perut sedang memilit ? harus minum teh atau tidak ? - jika tenggorokan sakit ? - jika sedang tidak enak badan (masuk angin)? - jika demam ? mohon di jawab ya dok :), butuh jawabannya untuk antisipasi jika terjadi , makasih :)

Terima kasih telah bertanya seputar penanganan perut melilit, sakit tenggorokan, tidak enak badan, dan demam melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Pada dasarnya, pengobatan gejala-gejala yang Anda tanyakan harus berdasarkan penyebabnya. Pengobatan secara simptomatis atau berdasarkan gejala hanya akan mengobati secara sementara. Ijinkan kami menjawab pertanyaan Anda dalam 4 bagian.

Jika perut sedang melilit?

Untuk mengatasi perut melilit, maka perlu diketahui dulu apa penyebabnya. Perut melilit dapat disebabkan oleh gangguan pada lambung, atau pun pada usus. Penyebabnya bisa bermacam-macam seperti infeksi, keracunan makanan, gangguan pencernaan, pencernaan terhambat, dan lain-lain. Penanganannnya pun spesifik terhadap penyebab perut melilit tersebut. Sebelum konsultasi dengan dokter, Anda dapat mengatasi perut melilit dengan minum air hangat, konsumsi obat over-the-counter seperti yang mengandung antasida, menerapkan diet BRAT (banana, rice, apple sauce, toast) atau pisang, nasi, saus apel dan roti panggang, dan lebih baik menghindari dulu makanan-makanan yang dapat memicu sakit perut seperti makanan pedas, asam, cokelat, dll.

Selain itu Anda juga dapat meletakkan botol hangat pada lokasi sakit perut untuk membantu meredakan nyeri.

Bila tidak membaik juga, maka sebaiknya segera konsultasikan diri Anda ke dokter terdekat.

jika tenggorokan sakit?

Penyebab tenggorokan sakit pun bermacam-macam, biasanya sakit tenggorokan merupakan gejala utama dari faringitis atau radang tenggorokan. Penyebab terseringnya adalah infeksi virus seperti influenza atau common cold. Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus umumnya bisa membaik dengan sendirinya tanpa perlu obat-obatan. Sedangkan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri memerlukan antibiotik untuk mencegah munculnya komplikasi. Penyebab lainnya adalah alergi, iritam, gastroesophageal reflux disease (GERD), tumor, dan udara kering. Pengobatan sakit tenggorokan yang disebabkan oleh selain virus dan bakteri disesuaikan dengan diagnosis penyakitnya.

Untuk diagnosis pasti diperlukan pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter dan pemeriksaan penunjang jika diperlukan, seperti pemeriksaan darah lengkap, tes alergi, rontgen dada, dan sebagainya.

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengurangi keluhan sakit tenggorokan. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengurangi keluhan sakit tenggorokan:

  • Istirahat cukup
  • Minum cukup untuk mencegah dehidrasi dan membuat mukosa tenggorokan lebih lembab
  • Kumur-kumur dengan air garam
  • Hindari iritan
  • Konsumsi makanan hangat dan cair seperti sup, air madu hangat
  • Minum obat paracetamol/ibuprofen untuk menurunkan demam dan mengurangi nyeri tenggorokan
  • Berhenti merokok

Jika keluhan tidak membaik setelah 3 hari dan muncul gejala di bawah ini, segera periksakan diri ke dokter:

  • Sakit tenggorokan menetap sampai > 7 hari
  • Kesulitan menelan, membuka mulut, atau bernapas
  • Nyeri sendi
  • Nyeri telinga
  • Kemerahan di kulit
  • Demam tinggi > 38,5oC
  • Dahak berdarah
  • Benjolan di leher
  • Suara serak/menghilang lebih dari 2 minggu
  • Sakit tenggorokan sering berulang

Jika sedang tidak enak badan (masuk angin)?

Kondisi lemas atau tidak enak badan merupakan gejala yang tidak khas dan dapat terjadi akibat berbagai macam faktor. Berikut adalah beberapa penyebab kenapa badan kita terasa lemas berkelanjutan:

1. Asupan makanan

Bila asupan makanan yang kita konsumsi jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan tubuh, maka kemungkinan besar kita akan jatuh dalam keadaan gula rendah (hipoglikemia) dan akibatnya tubuh lemas dan tidak bertenaga untuk beraktivitas.

2. Jumlah istirahat

Kurang tidur menjadi salah satu penyebab kelelahan yang paling sering dikeluhkan oleh seseorang. Istirahat adalah waktu bagi sel-sel tubuh untuk beregenerasi dan pemulihan kembali tenaga untuk beraktivitas.

3. Olahraga

Dengan rutin berolahraga, maka kapasitas pengantaran oksigen (delivery oxygen) jantung akan meningkat, dengan begitu efisiensi pendistribusian oksigen akan meningkat. Bila oksigen dapat diantarkan keseluruh tubuh dengan efisien, maka sel-sel tubuh akan memperoleh energi untuk melakukan aktivitasnya. Sebaliknya, bila tidak rutin berolahraga, maka kapasitas pengantaran oksigen tidak maksimal dan tubuh cepat lelah serta tidak fit.

4. Anemia

Kondisi ini merupakan penyebab kelelahan yang paling sering terjadi. Anemia adalah kondisi rendahnya nilai hemoglobin darah yang dimiliki oleh seseorang. Ditandai dengan badan lemas, mudah lelah dan mengantuk, terlihat pucat, serta kurang berkonsentrasi. Bila Anda mengalami hal ini, sebaiknya harus dipastikan dengan pemeriksaan darah. Penyebab kondisi ini misalnya perdarahan dalam jumlah besar (menstruasi berlebihan, sering BAB hitam atau muntah darah), kekurangan zat besi, kelainan produksi darah, dll.

5. Gangguan Tiroid

Kelebihan dan kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan kelelahan. Anda dapat dengan mudah menyingkirkan penyakit ini dengan pemeriksaan darah. Kelenjar tiroid berbentuk kupu-kupu dan terletak di bagian bawah leher. Fungsi dari kelenjar ini adalah untuk memproduksi hormon tiroksin. Selain itu kelenjar tiroid bertugas mengontrol tubuh dalam produksi hormon dan pembakaran energi yang akan membantu mengatur detak jantung, tekanan darah, serta suhu tubuh.

Jika demam?

Demam adalah peningkatan suhu tubuh melebihi normal (temperatur normal tubuh berkisar antara 36o- 38o C). Demam adalah mekanisme tubuh dalam menghantam virus atau infeksi bakteri sehingga tidak selalu berbahaya. Demam merupakan suatu gejala dan bukanlah penyakit. Anda dapat dikatakan demam bila:

  • Termometer pada rektum atau anus melebihi 38o C
  • Termometer pada mulut (oral) melebihi 37,6oC
  • Termometer pada ketiak (aksila) melebihi 37oC

Pirogen atau zat penghasil demam yang datang dari luar tubuh adalah sebagai berikut:

  • Virus
  • Bakteri
  • Jamur
  • Narkoba
  • Racun

Bila Anda mengalami demam, maka yang dapat Anda lakukan adalah kompres dengan menggunakan air hangat pada dahi, leher, ketiak, dan dada. Jangan biarkan kompres mengering di badan. Angkatlah kompres ketika setengah kering, celup kembali di air hangat, peras, kemudian letakkan di badan.

Anda dapat juga mengkonsumsi obat penurun panas yang mengandung anti-piretik seperti paracetamol untuk membantu mempercepat turunnya suhu tubuh.

Bila tidak membaik juga, terlebih bila disertai dengan gejala lainnya seperti bintik-bintik merah, sakit tenggorokan, luka, dll, maka sebaiknya segera konsultasikan diri ke dokter terdekat atau spesialis yang sesuai dengan gejala penyerta.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai penanganan perut melilit, sakit tenggorokan, tidak enak badan, dan demam. Semoga bermanfaat.

 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar