Sukses

Hepatitis A dan B

19 Jul 2017, 18:56 WIB
Wanita, 21 tahun.

Selamat siang dok, saya baru saja melakukan medical check up untuk rekruitmen kerja. Ketika saya melakukan tes saya salah memberikan informasi kepada dokter mengenai riwayat penyakit. Saya pernah menderita penyakiti hepatitis A tapi ketika ditanya saya lupa jenis hepatitisnya. Saya hanya menjawab hepatitis yang tidak parah dan tidak kambuh lagi, Kemungkinan B dok. Saya jawab begitu, dokter yang ada di tempat tes juga tidak membantu saya untuk menjawab. setelah saya mengecek ternyata riwayat penyakit saya adalah hepatitis A, saya khawatir jika kesalahan informasi yang saya berikan akan mempengaruhi lolos tidaknya proses rekruitmen. Bagaimana ya dok? Mohon bantuannya

Terima kasih telah bertanya seputar hepatitis A dan B menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Hepatitis A adalah penyakit Infeksi sistemik akut yang mempengaruhi organ hati disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Virus ini terdapat didalam tinja orang yang sakit hepatitis A. Virus ditularkan bila seseorang menaruh atau memakan sesuatu yang terkontaminasi oleh tinja pasien hepatitis A.

Orang yang berisiko terkena HAV:

  • Kontak orang yang terinfeksi HAV ke alat-alat rumah tangga
  • Partner seksual terinfeksi HAV
  • Berpergian ke luar negeri terutama ke negara berkembang
  • Personel militer yang bertugas di negara berkembang
  • Pengguna narkoba
  • Pria homoseksual
  • pekerja kesehatan
  • penyaji makanan
  • pekerja kebersihan

Sebagai langkah pencegahan, karena virus terkandung pada tinja, maka jaga kebersihan personel, teruatama setelah BAB. Dan hindari melakukan hubungan seksual yang berhubungan dengan anus (anal seks) karena hal ini termasuk dalam faktor resiko penularan virus hepatitis A.

Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan Dokter secara rutin.

Karena virus ini akan terus terbawa seumur hidup dalam tubuh seorang carrier, berikut adalah beberapa tips yang hendaknya Anda terapkan pada kehidupan sehari-hari:

Jaga kesehatan

Kunjungi Dokter secara teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah, pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b

Diskusikan dengan Dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati

Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati

Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain yang juga merusak hati

Vaksinasi hepatitis A

Jaga diri agar tidak menginfeksi orang lain

Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi Anda, dan bukan suatu masalah untuk berbagi makanan bersama.

Carrier wanita yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran)

  • Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual
  • Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dan lain sebagainya
  • Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma
  • Pesan bagi keluarga dan kerabat yang menjadi kontak dekat Anda
  • Vaksinasi hepatitis B
  • Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dan sebagainya
  • Tutup semua luka dengan bandage
  • Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah
  • Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir cairan pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Diperlukan toleransi dan kerjasama yang baik antara carriers dan kontak dekatnya sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara keduanya. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat mencegah kerusakan hati dan proses transmisi virus hepatitis B.

Menilik dari perbedaan hepatitis A dan B tersebut, maka tentu saja terdapat perbedaan pola penyakit dan penularannya, sehingga tentu berdampak kepada lamaran pekerjaan Anda. Jika memungkinkan ralat segera dengan dokter/pihak terkait.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar