Sukses

Penyakit GERD

19 Jul 2017, 18:27 WIB
Pria, 19 tahun.

Assalamualaikum dok saya mau tanya, saya mengalami sakit dibagian perut sampai rasanya perut saya naik, kadang sesak, dan setelah saya periksa saya juga radang tenggorokan. saya sudah berobat 2x di dekter. dulu sempat sembuh namun tidak terlalu total sembuh karena agak nyeri dan ini kambuh lagi. Mohon solusinya

dr. Rio Aditya

Dijawab Oleh:

dr. Rio Aditya

Terima kasih telah bertanya seputar penyakit GERD melalui fitur Tanya Dokter

Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD
  • Berhenti merokok
  • Hindari stres
  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.
  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, asam, makanan berlemak atau pedas.
  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.
  • Meninggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.
  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obat antinyeri/NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, dll), nitrat, antikolinergik, antidepresan trisiklik.

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. Terapi GERD biasanya membutuhkan waktu lama, bisa sampai 2-3 bulan, biasanya perkembangan dilihat setiap 1-2 minggu.

Lakukan pengobatan secara teratur dan lakukan saran-saran di atas untuk mengurangi gejala GERD. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam.

GERD yang tidak diobati barret's esofagus dapat berpotensi menjadi kanker. Barrets esofagus merupakan komplikasi dari penyakit gastro-esophageal reflux disease (GERD). Barret's esofagus ini merupakaan perlukaan/kelainan pada lapisan esofagus/kerongkongan akibat paparan asam lambung dalam waktu lama.


Demikian informasi yang bisa disampaikan seputar penyakit GERD, Semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar