Sukses

Belum Punya Anak Setelah Lebih dari 1 Tahun Menikah

19 Jul 2017, 13:41 WIB
Pria, 25 tahun.

Dok sy mau tax sy sdh 1 tahun 7 buln menikah tp blum punx anak sy perhatikan sperma sy agak cair..dok cara mengatasinx bagemn dok

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kerinduan Anda dan pasangan untuk memiliki anak.

Secara medis, kondisi yang Anda alami disebut dengan infertilitas primer yang diartikan sebagai belum hamil setelah 1 tahun menikah, dengan catatan hubungan intim dilakukan secara rutin dalam frekuensi 2-3 kali/minggu. Bila frekuensi hubungan intim kurang dari itu, tidak bisa dikatakan infertil (tidak subur). Selengkapnya bisa Anda baca di sini: Penyebab Sulit Hamil.

Sebelum Anda melakukan tips berikut, sebaiknya diketahui dulu 4 Poin Penting Agar Bisa Hamil sebagai prasyarat. Keempat hal itu yang mendasari pemeriksaan apa yang diperlukan untuk mengevaluasi penyebab sulit hamil.

Berikut ini adalah tips alami agar cepat hamil:

1. Tentukan masa subur Anda

Masa subur berlangsung selama 6 hari, yaitu pada 2 hari sebelum ovulasi (pelepasan sel telur) hingga 3 hari setelah ovulasi. Kemungkinan hamil akan tinggi bila hubungan intim dilakukan pada waktu-waktu ini.

Selengkapnya dapat Anda baca di sini: Seputar Masa Subur.

2. Maksimumkan kesuburan Anda, dengan:

  • Berhubungan intim dengan teratur 2-3x/minggu
  • Berhubungan intim setiap hari di masa subur
  • Lakukan gaya hidup sehat dengan mempertahankan berat badan yang baik/ideal, berolahraga 3-4x/minggu, membatasi konsumsi kafein dan teh, dan mengelola stres
  • Sediakan waktu untuk konseling pra kehamilan dengan dokter kebidanan Anda, tujuannya  agar kesehatan Anda bisa dievaluasi secara menyeluruh dan mengetahui apa saja yang harus diperbaiki/diantisipasi terkait dengan riwayat kesehatan Anda
  • Minum vitamin untuk kesehatan janin, terutama asam folat

3. Hindari hal-hal berikut ini:

  • Merokok, konsumsi alkohol, minum obat-obatan tanpa saran dokter
  • Exercise yang berlebihan

4. Tingkatkan kualitas sperma dengan:

  • Hindari alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang
  • Minum vitamin yang mengandung seng, kalsium, asam folat, vitamin C, D, dan E

5. Carilah waktu untuk berlibur bersama pasangan Anda agar tubuh dan pikiran rileks

Bagaimana dengan kondisi sperma yang encer?

Cairan sperma normal berwarna putih keabuan dengan konsistensi seperti gel. Volume normal cairan sperma dalam satu kali ejakulasi adalah 2-5 mL.

Cairan sperma yang encer biasanya berwarna bening dengan konsistensi yang lebih encer serta mengandung jumlah sperma yang lebih sedikit dibandingkan cairan sperma normal.

Berikut adalah beberapa penyebab cairan sperma encer:

  1. Sering melakukan masturbasi atau berhubungan seksual. Masa hidup sperma adalah 2-3 hari, sehingga bila dilakukan lebih dari 1x dalam sehari, cairan sperma yang dikeluarkan akan cenderung encer dan berwarna bening. Penyebab ini bukan berarti sperma yang dihasilkan berkualitas jelek.
  2. Oligozoospermia, di mana jumlah hitung sperma kurang dari 15 juta per ml cairan sperma. Untuk kasus ini, jumlah sperma memang cenderung sedikit setiap kali ejakulasi. Penyebabnya paling sering adalah kekurangan Zinc.
  3. Defisiensi fruktosa akibat diet yang salah atau olahraga berlebihan dapat membuat cairan sperma encer. Solusinya adalah dengan mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayur.
  4. Ejakulasi retrograde di mana cairan sperma tidak ada atau hanya sedikit sekali saat ejakulasi.

Bila hubungan seksual sering dilakukan (lebih dari 1x dalam sehari), tentunya cairan sperma yang dikeluarkan setiap kali ejakulasi akan semakin berkurang. Ini merupakan hal yang wajar.

Karena itu, agar peluang hamil meningkat, disarankan untuk berhubungan intim 2-3 kali per minggu. Ini sesuai dengan waktu produksi sperma, yaitu setiap 2-3 hari.

Baca juga: Sperma Tidak Bergerak Maju, Bagaimana Solusinya?.

Bila Anda ingin program hamil, kami sarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter kebidanan konsultan fertilitas (SpOG-KFER). Dokter-dokter ini biasanya berpraktik di rumah sakit-rumah sakit besar (tipe B atau A).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar