Sukses

Takut Bersosialisasi, Wajarkah?

19 Jul 2017, 06:38 WIB
Wanita, 16 tahun.

Siang dok, nama saya Jocelyn. Dulu waktu saya SD rasanya gampang bersosialisasi, dan punya banyak Teman, lalu seiring berjalannya waktu sekarang saya kelas 2 sma. Saya kesulitan mendapatkan sahabat baru/teman baru. saya selalu kepikiran hal yang sama setiap hari apalagi kalo naik kelas , kelasnya pasti akan di acak. Sebenarnya saya kesulitan mendapatkan teman baru karena saya tidak pd(berpikiran kalau saya itu pendiam, tdk bs berkomunikasi dengan baik/kurang supel). Saya juga pemalu dok, saya merasa hidup saya berantakan/penuh ketakutan dalam hidup saya. Sebenarnya saya punya lumayan banyak teman(bukan sahabat). Saya juga risih kalau ada di keumunan banyak orang, saya tidak pd kalau dilihat sama orang lain saya merasa saya banyak kekurangan nya dok. Saya juga sering nerveous atau gugup ketika berbicara sama orang lain. Penyebab pemalu dan bagaimana mengatainya dok? Terimakasih

Terima kasih sudah bertanya seputar ketakutan bersosialisasi menggunakan fitur Tanya Dokter di Klikdokter.

Terima kasih sudah mempercayakan masalah Anda bersama kami

Kondisi seperti ini bisa mengarah pada fobia sosial. Fobia sosial pada remaja didefinisikan sebagai kekhawatiran berlebihan untuk melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan rasa malu terhadap diri sendiri atau penilaian buruk dari orang lain. Umur rata-rata seseorang mengalami fobia sosial berkisar dari 12 sampai 17 tahun.

Sampai saat ini penyebab pasti fobia sosial belum diketahui secara jelas, namun, ada beberapa hal yang berkaitan erat sebagai penyebab munculnya fobia sosial, misalnya; factor genetika. Pada umumnya, remaja yang memiliki orang tua yang memiliki gangguan kekhawatiran mempunyai kemungkinan untuk mengalami fobia sosial lebih besar dari remaja dengan orang tua yang normal. Kemudian, factor temperamen saat kanak-kanak, misalnya ; malu-malu, tidak suka bergaul, sensitif, dan mudah tersinggung. Menyebabkan pada saat remaja mereka memilih untuk menghindari komunitas sebagai bentuk pertahanan diri dari kekhawatiran yang berlebihan. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah faktor lingkungan luar. Pengalaman kekerasan (baik seksual atau pun non-seksual), ditolak, terperangkap dalam kondisi panik atau ketakutan, dan pengalaman yang sangat memalukan (dicemooh di depan umum atau ditertawakan sekelompok orang) merupakan factor yang dapat menyebabkan seseorang ketika menginjak usia remaja nantinya akan mengalami fobia sosial tersebut.

Pada remaja dengan fobia sosial, mereka akan melakukan perhitungan matang untuk melakukan sesuatu didepan umum untuk melindungi diri sendiri dari rasa malu yang mereka takuti. Bahkan dalam kodisi yang lebih ekstrim, untuk menghindari rasa malu atau ketakutan dijadikan sebagai pusat perhatian, mereka cenderung untuk "˜menyimpan diri dalam bayangan", sehingga mata-mata dalam komunitas mereka tidak akan memberikan perhatian sama sekali. Pada umumnya, remaja dengan fobia sosial mempunyai ciri khas yang dapat kita lihat tergantung pada derajat keparahannya. 

Pada umumnya remaja dengan fobia sosial membutuhkan bantuan dari ahli kejiawaan untuk menghindari kemungkinan memburuknya fobia tersebut. Biasanya remaja tersebut akan menerima perawatan dimana ia akan diajarkan untuk menghadapi ketakutannya tersebut, mengonfrontasi hal-hal yang ia khawatirkan secara berlebihan daripada menghindarinya, dan melatih kebiasaannya untuk tampil di muka umum. Dalam kondisi yang sangat ekstrim, ia mungkin akan diberikan obat-obatan yang meringankan gejala tersebut.

Saran saya Anda mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan. Sementara waktu, Anda bisa perlahan berlatih menghadapi ketakutan Anda sendiri.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai ketakutan bersosialisasi, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar