Sukses

Efek Samping Efavirenz

18 Jul 2017, 21:28 WIB
Pria, 23 tahun.

Dok, saya terinveksi hiv dan sudah muali terapi arv pada tanggal 24 juni, obat yang diberi adalah evafirenz, tenofovir, lamivudine, tepat tanggal 1 juli malam muncul bintik merah jarang2 di tangan dok, lalu saya lanjutkan minum arv nya dan alhasil ruam malah tambah banyak seluruh tubuh, saya sudah berobat ke dr yg memberikan saya terapi saya hanya diberi cetirizine dan evafirenz nya di stop dulu, tapi semakin lama ruamnya meluas dok walaupun saya minum cetirizine yg awalnya bintik2 sekarang ruamnya menyatu dan memerah seluruh tubuh dan makin tambah banyak, padahal saya rutin minum cetirizine nya dok, boleh bantu jawab dok? Terimakasih dok

Terima kasih telah bertanya seputar efek samping efavirenz melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Terapi HIV menggunakan efavirenz yang digabung dengan zidovudine/lamivudine memang memiliki resiko munculnya efek samping seperti ruam kulit, pusing, mual muntah, sakit kepala, lemas, dan insomnia. Frekuensi munculnya ruam kulit pada pengguna obat tersebut memiliki persentase dari 5%-34%. Reaksi ruam tersebut biasanya muncul 1-3 minggu setelah konsumsi obat. 

Terapi untuk ruam kulit yang disebabkan oleh efavirenz diberikan berdasarkan tingkatan ruam kulit tersebut. Ruam ringan sampai moderat seperti ruam lokal datar sampai ruam yang lebih difus dan dapat menonjol, serta tidak diikuti dengan gejala sistemik diterapi dengan terapi simptomatik atau gejala. Terapi simptomatik tersebut adalah dengan obat minum antihistamine, seperti claritin yang Anda minum, atau dapat juga diberikan obat steroid topikal. Steroid topikal dapat dibeli over-the-counter.

Monitor gejala yang ketat perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada perburukan atau tidak. Biasanya ruam kulit akan sembuh dalam 2-3 minggu, tanpa pemberhentian obat efavirenz tersebut dan disertai dengan mulai pengobatan gejala seperti oral antihistamine atau steroid topikal.

Ruam kulit yang berat sampai dapat membahayakan nyawa biasanya menimbulkan ruam yang difus disertai dengan pelepuhan, kulit yang terkelupas, atau pun ruam yang menyebar sampai jaringan kulit yang tipis seperti pada bibir, saluran pernafasan, atau organ reproduksi.

Bila terjadi hal tersebut, maka efavirenz perlu diberhentikan secepatnya dan segera bawa diri Anda ke UGD untuk terapi selanjutnya. Ruam harus disembuhkan terlebih dahulu, baru obat tersebut dapat diganti dengan jenis lain.

Sayangnya kami tidak dapat memeriksa ruam kulit Anda secara langsung, sehingga kami sarankan untuk segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter yang merawat Anda.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai efek samping efavirenz. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar