Sukses

Tanda dan Gejala Alergi Susu Sapi

18 Jul 2017, 18:20 WIB
Pria, 22 tahun.

Anak sy usia 2 bln sy beri susu formula karna asi sy tdk keluar, awalnya sy berikan frisianflag tapi anak sy seperti sulit bernafas saat malam hari sy konsultasi kedokter katanya dia alergi turunan dr bpknya dan susunya harus diganti yg rendah lemak, seminggu ini dia konsumsi morinaga bmt php tp jarang buang air besar, dan saat buat air fases nya berwarna hijau gelap dan berlendir tp dia tdk pernah rewel Apakah itu tidak masalah ?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Tanda dan Gejala Alergi Susu Sapi melalui fitur Tanya Dokter.

Manifestasi klinis alergi protein susu sapi (APSA) pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan sebesar 50-60 persen. Sisanya terlihat di kulit dan saluran nafas. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat hingga mengancam jiwa, seperti asma berat, udem laring, dan anafilaksis yang berakibat tidak sadar atau maut.

Manifestasi pada saluran pencernaan biasanya dalam bentuk muntah, diare, dan diare berkepanjangan. Jika anak tidak mendapat pengobatan tepat, anak akan malnutrisi. Lebih muda anak menderita APSA, lebih cenderung mengalami gangguan pertumbuhan. Di sinilah pentingnya penanganan alergi susu sapi, salah satunya dengan penggantian ke susu soya atau susu lain yang lebih tidak mengakibatkan alergi.

Waktu terjadinya APSA dapat bervariasi. Pada umumnya, seminggu setelah mendapat susu sapi. Eliminasi dan provokasi dari dokter membantu menegakkan diagnosis APSA pada anak. Eliminasi dengan menghentikan pemberian susu sapi lantas melihat dampaknya pada manifestasi alergi. Provokasi memberikan susu sapi dalam takaran dan waktu tertentu untuk melihat pengaruhnya pada terjadinya manifestasi alergi.

Pemberian air susu ibu eksklusif hingga usia 6 bulan mengurangi angka kejadian APSA pada anak yang tidak punya riwayat alergi dalam keluarga. Untuk ibu dengan anak alergi yang masih menyusu, disarankan diet bebas protein susu sapi dan produk makanan bebas protein sapi. Anak dengan riwayat alergi dalam keluarga, mempunyai potensi 40-60 persen menderita alergi, sedangkan jika tidak ada riwayat alergi dalam keluarga, anak masih mungkin terkena alergi 5-15 persen. Sebanyak 80 persen anak dengan APSA gejala alerginya akan hilang pada umur tiga tahun. Sisanya hingga usia 14 tahun dan dewasa. Apabila akan diperkenalkan kembali pada susu sapi, sebaiknya menunggu hingga setidaknya usia 1 tahun dan mulailah dengan memperkenalkan makanan dengan sedikit kandungan susu sapi seperti biskuit, lalu beranjak ke keju dan kemudian susu sapi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Tanda dan Gejala Alergi Susu Sapi. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar