Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Ejakulasi Dini, Bagaimana Mengatasinya?

18 Jul 2017, 15:47 WIB
Pria, 25 tahun.

mohon maaf sebelumnya. dok sya pria 25 thn. sya ada mslah dengan hubungan sexual belum 5 mnit sdah kluar. stelah itu g bsa bngun lagi klo dipksapun spermanya pling cuman setetes apa yang sedang sya alami dan gmna cra menyembuhkannya.. trimaksih ats prhatiannya..

Terimakasih telah bertanya tentang ejakulasi dini melalui fitur Tanya Dokter.

Ejakulasi dini merupakan gangguan seksual yang umum dialami pria. Kurang lebih 1 dari 3 pria mengalaminya pada satu titik dalam kehidupan mereka. 

Berdasarkan konsensus International Society of Sexual Medicine pada tahun 2014, ejakulasi dini diartikan sebagai

  1. Sejak pertama kali melakukan hubungan intim, ejakulasi selalu atau hampir selalu terjadi kurang dari satu menit setelah penetrasi vagina. Kondisi ini disebut ejakulasi dini primer. 

    Tapi, orang yang sebelumnya normal pun dapat mengalami ejakulasi lebih singkat, yaitu kurang dari tiga menit setelah penetrasi vagina. Kondisi ini disebut ejakulasi dini sekunder.

  2. Ketidakmampuan untuk menahan ejakulasi pada semua atau hampir semua penetrasi vagina.

  3. Menimbulkan konsekuensi negatif secara personal seperti stres, cemas, frustasi, dan menghindari hubungan intim.
Pengertian ini hanya berlaku ketika Anda berhubungan intim yang sesungguhnya dengan wanita dan tidak dapat dipakai sebagai acuan ejakulasi dini bila dilakukan dengan onani/masturbasi. 

Rata-rata waktu normal dari mulainya penetrasi hingga ejakulasi adalah 5,5 menit, dengan rentang rata-rata 5-7 menit. Seseorang dianggap mengalami ejakulasi dini (ED) apabila ejakulasi terjadi

Penyebab ejakulasi dini (ED) dapat dibagi menjadi dua, yaitu penyebab ED primer dan sekunder.

  • Pada sebab yang primer, ED terjadi sejak pertama kali aktif secara seksual. Dengan kata lain, dari waktu pertama kali berhubungan seksual selalu mengalami ED. Penyebabnya seringkali bersifat psikologis, termasuk trauma seksual yang pernah dialami.
  • Pada yang sekunder, ED terjadi setelah sebelumnya memiliki riwayat ejakulasi yang normal. Penyebabnya bersifat psikologis dan fisik. Penyebab fisik misalnya penyakit diabetes, darah tinggi, konsumsi alkohol berlebih dan dan merokok.

Secara fisik, ejakulasi dikendalikan oleh zat kimia dalam otak, yaitu serotonin. Apabila kadar serotonin Anda terganggu atau tidak bekerja dengan baik, dapat terjadi ejakulasi dini. Alasan lainnya adalah penis yang terlalu sensitif atau terdapat aktivitas refleks abnormal pada sistem ejakulasi Anda.

Kondisi medis lain juga dapat memicu ED, seperti disfungsi ereksi (DE), kelenjar tiroid yang terlalu aktif, gangguan terkait prostat, dan diabetes.

Sedangkan penyebab psikologis, dapat bervariasi antarindividu. Ini bisa dipicu oleh masalah dalam hubungan suami istri/dengan pasangan seksual, kecemasan, depresi dan stres. Hal ini juga dapat berhubungan dengan pilihan gaya hidup seperti alkoholik, menggunakan narkoba. Ejakulasi dini juga dapat terjadi akibat reaksi emosional dan frustasi personal karena ED yang dialami.

Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengatasi ED adalah obat-obat golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors). Namun, penggunaan obat-obat ini sangat ketat dan harus dengan resep dokter. Obat-obat ini diberikan apabila cara-cara alami sudah tidak berhasil. (Baca: Lakukan Ini untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ED:

  • Komunikasikan dengan pasangan yang Anda alami. Ini akan membuat Anda tahu apa yang pasangan harapkan dari Anda sehingga meningkatkan rasa percaya diri Anda. Ini merupakan kondisi medis dan bukan salah siapapun. Karena itu bila dihadapi bersama-sama akan lebih baik. (Baca: Mengimbangi 'Permainan' di Ranjang)
  • Kelamin dikitari oleh otot-otot rongga panggul yang juga perlu dilatih. Lakukan latihan Kegel untuk menguatkan otot-otot ini sehingga ED dapat dihindari. (Baca: Senam Kegel untuk Pria dan Cara Melakukan Senam Kegel)
  • Tenang dan sabarlah. 
  • Kurang tidur dapat menurunkan kadar serotonin otak sehingga tubuh Anda ejakulasi lebih cepat. Karena itu, kecukupan waktu tidur sangat penting.

Apabila cara-cara di atas belum membuahkan hasil, konsultasikan dengan dokter spesialis urologi atau andrologi. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar ejakulasi dini. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar