Sukses

Berat Badan Berlebih Pada Kehamilan

18 Jul 2017, 16:06 WIB
Pria, 24 tahun.

Sore dok, saya sdg hamil 8minggu dg berat bdan sy 58 dan tinggi 151cm, apakah berat bdn sy msh dikatakan wajar atau obesitas?, krn sy tkut menganggu/berbahaya bg janin sy. Terimakasih

Terima kasih telah bertanya seputar berat badan berlebih pada kehamilan melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Berat badan ideal dapat diketahui dengan menggunakan rumus berat badan ideal yaitu (Tinggi Badan-100) x 90%. Rumus ini hanya berlaku apabila tinggi badan di atas 150 cm.

Kenaikan berat badan yang normal pada wanita hamil bergantung pada indeks massa tubuh / IMT (body mass index / BMI) sebelum hamil dan jumlah kehamilan (tunggal atau kembar). Seperti apa perhitungannya?

IMT dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan. IMT ini dapat memberikan gambaran akurat apakah berat badan Anda berada pada rentang normal atau tidak.

Rumusnya adalah dengan membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan yang telah dikuadratkan (dalam meter). Misal, berat badan 68 kg, dan tinggi badan 170cm, perhitungan ini menjadi 68/(1,7x1,7) = 23,5 kg/m2.

Apakah Anda termasuk kurus, normal, atau overweight? Lihat patokan di bawah ini (untuk Asia-Pasifik):

  • BMI < 18.5 = berat badan kurang (underweight)
  • BMI 18.5 - 22.9 = normal
  • BMI 23.0 - 24.9 = kelebihan berat badan (overweight)
  • BMI > 25.0 = obesitas

Berdasarkan informasi yang Anda berikan, maka BMI Anda adalah 25.43. Maka BMI atau IMT Anda sudah dikategorikan sebagai obesitas atau berat badan sangat berlebih. Apakah berat badan tersebut adalah berat badan sebelum kehamilan? Kenaikan berat badan ibu saat hamil, perlu diketahui untuk menentukan apakah kenaikan tersebut dalam jangka yang normal.

Menurut Institute of Medicines (IOM) Amerika Serikat, anjuran kenaikan berat badan dilihat berdasarkan kondisi status gizi wanita tersebut sebelum hamil.

  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan kurang ( IMT < 18.5 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 12.5-18 kg
  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan normal ( IMT 18.5 kg/m2-24.9 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah sekitar 11.5-16 kg
  • Apabila sebelum hamil memilki status berat badan berlebih (IMT 25 kg/m2-29.9 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 7-11.5 kg
  • Apabila sebelum hamil memiliki status gizi berat badan sangat berlebih (IMT >30 kg/m2) maka kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 5-9 kg.

Sedangkan anjuran peningkatan berat badan per trimester kehamilan adalah sebagai berikut:

  • Trimester I : 1-2,5 kg/3 bulan
  • Trimester II : pertambahan berat badan rata-rata 0,35 – 0,4 kg/minggu.
  • Trimester III: pertambahan BB 1 kg/bulan. Namun pada trimester ini penambahan BB janin rata-rata 200 gram/minggu. Mulai minggu ke-28 hingga akhir kehamilan, BB Anda akan bertambah sebanyak 4-5 kg.

Risiko kelahiran bayi prematur yaitu kelahiran bayi sebelum usia kehamilan 37 minggu ternyata dapat meningkat bila sang ibu adalah seorang obesitas atau overweight (kelebihan berat badan) seperti yang dikemukakan oleh sebuah studi di Swedia.

Sven Cnattingius, MD, PhD yang melakukan studi ini mengatakan “Risiko dalam kehamilan saat ini lebih sering terjadi pada ibu yang menderita obesitas atau kelebihan berat badan”. Telah lama disebutkan bahwa obesitas pada ibu dapat meningkatkan risiko pre-eklampsia, keguguran, diabetes gestasional, dan kelahiran dengan operasi sesar (sectio caesare), namun penelitian ini menemukan bahwa kelebihan berat badan pada ibu pun diakitkan dengan kelahiran prematur dan berat badan bayi rendah.

Sebaiknya rutinkan pemeriksaan kehamilan Anda ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan. 

Selain itu rutin pemeriksaan, penting juga anda menjalani beberapa prinsip makan yang baik selama kehamilan seperti:

  • Makanlah dengan lebih teratur. Tepat waktu. Makanlah dengan asupan nutrisi yang tepat.
  • Hindari makanan yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin
  • Jangan diet selama masa kehamilan. Orientasi orang pada istilah diet adalah mengurangi porsi makan. Diet yang dimaksud disini adalah merubah asupan nutrisi dari porsi yang sudah ada, menjadi lebih berkualitas. Bukan mengurangi jumlah porsi makanan.
  • Makanlah dengan porsi pas. Tidak berlebihan, dan tidak kekurangan. Makan dengan jumlah porsi kecil namun dengan dalam intensitas sering merupakan cara yang lebih baik.
  • Konsumsi vitamin untuk ibu hamil secara teratur.
  • Minum air yang cukup.
  • Perhatikan keseimbangan gizi mengonsumsi makanan yang berserat, buah-buahan dan sayuran.

Zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil antara lain:

1. Makanan dengan kalori tinggi. Setiap wanita hamil membutuhkan peningkatan sekitar 300 kalori/hari.

2. Protein. Ibu hamil membutuhkan sekitar 75 gram protein/hari. Peningkatan kebutuhan kalori ini dapat dipenuhi dengan meningkatkan makanan yang kaya akan protein hewani dan nabati, seperti daging, ikan, telur, susu, keju, kacang-kacangan, tempe, tahu, dll

3. Asam folat. Ibu hamil membutuhkan 600 mg folat/hari. Asupan asam folat ini dapat diperoleh dari suplementasi asam folat atau dari sayuran berwarna hijau seperti bayam, asparagus, jus jeruk, buncis, kacang-kacangan, roti gandum, dll. Asupan asam folat ini penting untuk mencegah cacat pada otak dan tulang belakang janin.

4. Zat besi. Ibu hamil membutuhkan sekitar 27 mg zat besi/hari. Asupan zat besi ini dapat diperoleh dari suplemen, ataupun dari daging merah, ikan, unggas, kacang-kacangan, dll.

5. Zinc. Ibu hamil dengan kadar zinc yang rendah dalam makanannya berisiko untuk melahirkan bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Zinc dapat ditemukan secara alami pada daging merah, gandum utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, dan lainnya.

6. Kalsium. Kebutuhan kalasium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg/hari. Kalsium ini dapat diperoleh dari susu, keju, yogurt, dll.

7. Vitamin. Ibu hamil membutuhkan asupan vitamin dengan dosis:

  • Vitamin A : 770 mcg/hari
  • Vitamin B : 1,4 mg/hari
  • Vitamin C : 85 mg/hari
  • Vitamin D : 5 mcg/hari
  • Vitamin E : 15 mg/hari

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai berat badan berlebih pada kehamilan. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar