Sukses

Pertumbuhan Jambang dan Jenggot

16 Jul 2017, 21:45 WIB
Pria, 19 tahun.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi dok Usia saya saat ini menginjak 19 tahun. Pada usia ini kebanyakan dari kami para lelaki sudah mulai tumbuh cambang dan jenggot termasuk saya dok. Nah, yang mau saya tanyakan dok saya punya cambang tumbuhnya tidak seimbang dok. Cambang di sebelah kanan sudah tumbuh agak panjang dan lumayan lebat tapi yang disebelah kiri tumbuhnya masih sangat sedikit. Intinya terjadi perbedaan yang sangat mencolok antara sisi kanan dan kiri wajah saya dok dari aspek cambang. Itu bagaimana dok? Ada kelainan? Mohon solusinya dok. Terima kasih dok

Terima kasih telah bertanya seputar pertumbuhan jambang dan jenggot menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Pertumbuhan rambut sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal seperti hormon androgen. Pemberian hormon androgen sendiri memang bisa memberikan "efek samping" menumbuhkan bulu-bulu halus. Namun terapi hormonal tanpa indikasi yang tepat, misalnya kadar hormon Anda sebetulnya normal, dapat meningkatkan berbagai resiko keganasan seperti kanker prostat atau pembesaran kelenjar prostat. Kebiasaan mencabut bulu juga tidak serta merta membuat bulu tumbuh lebih lebat, karena lagi-lagi hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormonal.

Terdapat juga obat Minoxidil yang bekerja dengan cara menghambat kerontokan rambut dan menumbuhkan rambut baru dengan merangsang folikel rambut. Penggunaan obat ini dalam jangka waktu yang lama dan melebihi dosis dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal di kulit dan dermatitis kontak di area obat tersebut dioles.

Selain itu secara medis, untuk menumbuhkan rambut alternatif yang dapat dilakukan salah satunya adalah transplantasi rambut. Transplantasi rambut dapat dilakukan dengan 2 cara: melalui rambut sendiri (biasanya rambut donor diambil dari rambut belakang tengkuk) atau rambut sintetis Penanaman rambut ini bisa dilakukan pada area tertentu yang ingin ditumbuhkan rambutnya misalnya kumis maupun janggut. Anda dapat mengkonsultasikan lebih lanjut mengenai hal ini ke dokter spesialis kulit dan kelamin guna penanganan lebih lanjut. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar