Sukses

Cara Menambah Berat Badan Anak

16 Jul 2017, 11:03 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok,saya ingin bertanya usia anak saya saat ini 11bulan,tpi berat badan nya msh 7kg,makannya susah. pernah konsultasi ke dokter Sp.A lalu di resepkan susu tinggi kalori,tpi anak saya selalu menolak untuk minum sufor tsb,dan hanya asi yang di inginkan. bagaimana kh solusinya untuk mengatasi masalah tsb? dan bagaimana cara melatih anak agar bisa berdiri sendiri tanpa bantuan/berpegangan pada benda apapun? terimakasih.

Terimakasih telah bertanya tentang cara menambah berat badan bayi melalui fitur Tanya Dokter.

Selain memperbaiki pola makan, perlu diperiksakan juga ke dokter anak mengapa berat badan bayi Anda kurang. Bagaimana tinggi badannya? Bila juga kurang, tidak sesuai usia kemungkinan ada gangguan pertumbuhan dan ini perlu segera diperiksakan ke dokter anak.

Untuk meningkatkan berat badan bayi MPASI ada berapa hal yang dapat Anda lakukan:

Tingkatkan frekuensi makan, dengan prinsip makan sering dalam porsi sedikit. Frekuensi makan yang dianjurkan adalah 3 kali makan besar diselingi 2-3 kali snack. Pilih snack yang tinggi kalori misalnya jus alpukat dicampur susu, pisang, atau makanan seperti macaroni schotel dan olahan berbahan dasar karbohidrat lainnya. Bila ASI tidak cukup, bisa ditambah dengan susu formula yang diberikan 5-6 kali sehari @150-180 mL/kali minum.
Bila anak tidak suka nasi tim, coba naik/turunkan tekstur. Usia 10 bulan umumnya anak mulai tumbuh gigi lebih banyak. Ada kalanya ia ingin naik tekstur menjadi makan nasi biasa atau turun tekstur menjadi makan bubur. Jika belum mau makan nasi, sumber karbohidrat bisa diganti dengan ubi, kentang, oatmeal atau roti.
Anda dapat menggunakan keju slice atau keju parut sebagai snack atau sebagai tambahan ketika anak memakan snack-nya.
Berikan anak makanan yang tinggi protein seperti telur, ikan, daging ayam dan daging merah dalam porsi yang sesuai.
Untuk anak di bawah 1 tahun, konsumsi sayur tidak wajib selama anak masih mau makan buah. Bila anak terlalu banyak makan sayur yang mengandung serat, ia akan cepat kenyang dan kurang mendapatkan asupan karbohidrat dan protein yang lebih penting untuk pertumbuhan fisiknya di masa ini.

Terdapat empat aspek perkembangan yang dipantau: gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. Berdiri dan berjalan termasuk ke dalam gerak kasar, sehingga pembahasan akan dibatasi hanya pada stimulasi gerak kasar yang dapat anda lakukan, antara lain:

(1). Dudukkan anak anda di tempat tidur, kemudian tarik ke posisi berdiri. Lakukan hal tersebut di atas meja, kursi atau tempat lainnya.

(2). Ketika anak anda telah mampu berdiri, letakkan mainan yang disukai di depannya dan jangan terlalu jauh. Buat agar bayi mau berjalan berpegangan pada ranjangnya atau perabot rumah tangga untuk mencapai mainan tersebut.

(3). Pegang kedua tangan anak anda dan buat agar ia mau melangkah.

(4). Ajak anak anda bermain BOLA. Gelindingkan bola ke arahnya dan usahakan agar ia menggelindingkan bola atau memukulnya kembali ke arah anda. Bola besar akan lebih mudah untuk bermain pertama kali. Berangsur-angsur bermain bola dengan berbagai ukuran, jangan gunakan bola yang terlalu kecil sehingga dapat ditelan dan menyebabkan tersedak. Jangan memakai balon.

(5). Jika anak anda sudah bisa berdiri, letakkan sebuah mainan di lantai. Ajak agar ia mau membungkuk dan mengambil mainan itu tanpa berpegangan. Mula-mula mungkin perlu dibantu.

 

(6). Bantu anak anda agar mau berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan. Buat permainan seperti meminta anak berjalan ke pelukan anda untuk mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. Beri pujian bila anak anda mau berjalan beberapa langkah. Bila belum siap berjalan, tunggu beberapa hari dan coba lagi.
(7). Tunjukkan kepada anak anda cara naik tangga dengan merangkak, kemudian biarkan ia menuruni tangga dengan melangkahkan kakinya. Gunakan tangga yang rendah dan jangan tinggalkan anak anda sendirian.

Dengan melakukan stimulasi di atas secara bertahap, diharapkan anak anda dapat mengejar perkembangannya yang sedikit tertinggal.

 

Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga dapat membantu. 

Terimakasih,

(Tim Redaksi Klikdokter)

0 Komentar

Belum ada komentar