Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Cara Menunda & Mencegah Kehamilan

13 Jul 2017, 14:45 WIB
Wanita, 27 tahun.

dokter sya sebenarnya blum ingin pnya momongan lagi jadi wktu itu saya menggunkan rok suami saya masukinjarinya sampai saya orgasme stelah itu saya sya sebaliknya mengock pnya suami saya sampai keluar sperma mengenai tangan saya lalu saya lap di rok itu dilakukan di tras blakng sore hari apakah sya biasa hamil sya melkukan nya tgl 11 juli kmrin saya trakhir mens tgl 24 itu hari pertma saya lupa tgl brpa selasai. lalu sperma tahan brpa lama diluar?

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah menanyakan tentang cara mencegah kehamilan melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Bila cairan hasil ejakulasi tidak masuk sama sekali ke dalam vagina atau dikeluarkan seluruhnya di luar vagina perempuan, maka kemungkinan untuk terjadinya kehamilan sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh sperma yang seharusnya membuahi sel telur (dan menjadi janin pada akhirnya) tidak akan dapat mencapai ovarium perempuan. Untuk terjadinya kehamilan tidak hanya melibatkan proses masuknya sperma ke dalam tubuh perempuan, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain misalnya kekentalan lendir leher rahim (bila lebih kental, maka akan menyulitkan perjalanan sperma), kondisi lingkungan rahim yang dilewati sperma, dll. Kondisi digunakannya pakaian akan menyebabkan sperma tidak dapat masuk ke dalam vagina wanita.

Sedangkan bila sperma sempat masuk ke dalam vagina seorang wanita, maka selalu ada kemungkinan untuk terjadinya kehamilan. Adapun masa subur adalah 14 hari setelah hari mulainya haid terakhir. Pada masa subur tersebut (yang berlangsung selama 1-2 hari) kemungkinan terjadinya kehamilan sangat tinggi.

Untuk menunda kehamilan setelah hubungan seksual, terdapat kontrasepsi darurat. namun kontrasepsi ini hanya dapat digunakan paling lambat 3 hari setelah hubungan intim dilakukan.

Pencegahan kehamilan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan kontrasepsi sebelum hubungan seks dilakukan.

Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan :

A. Tanpa menggunakan alat-alat/obat
1. Senggama terputus : Teknik penarikan penis dari vagina sebelum ejakulasi, kira-kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi.

Namun teknik ini ada beberapa kekurangan yaitu dapat keluar cairan mani sebelum ejakulasi yang dapat mengandung sperma, terlambat mengeluarkan penis, dan pengeluaran sperma yang dekat dengan vulva yang dapat menyebabkan kehamilan terutama saat sedang ovulasi.

2. Patang Berkala : Menghindari berhubungan tubuh pada sebelum, saat dan 24 jam sesudah masa subur (ovulasi). Kekurangannya adalah terkadang masa ovulasi wanita dapat sulit untuk diperkirakan terutama bila haid si wanita tidak teratur.

3. Kondom : Prinsip dari kondom adalah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus, dan mencegah pengumpulan sperma dalam vagina. Kefektifan kondom adalah 90%. Selain untuk mencegah kehamilan, kondom juga mencegah tertularnya penyakit menular seksual.

B. Kontrasepsi dengan alat/obat : kontrasepsi pil KB yaitu pil yang berisi kandungan hormonal yang dapat mencegah kehamilan. Kontrasepsi menggunakan alat yang dinamakan IUD (intra uterine Device) yang dimasukkan ke dalam rahim wanita, agar tidak terjadi kehamilan. Kontrasepsi jenis ini sangat efektif. Untuk mendapatkan kontrasepsi ini, Anda dapat ke dokter kandungan dan kebidanan.

C. Operasi/ Tubektomi

D. IUD/ KB spiral
Jika Anda menanyakan mengenai metode mencegah kehamilan yang baik selain pil KB, kondom dan tubektomi maka Anda dapat memilih IUD. Namun sebelum pemasangan Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilihat apakah terdapat kelainan pada tubuh/ rahim Anda. Pemasangan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis profesional untuk mengurangi risiko.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang cara mencegah kehamilan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar