Sukses

Seputar Herpes pada Anak

13 Jul 2017, 09:46 WIB
Pria, 34 tahun.

Maaf dok, saya ade dr Bandung. Begini dok saya punya anak bungsu yang baru berusia 10 jalan 11 Bulan dok, kebetulan saat ini terkena herpes setelah dibawa ke posyandu dan diperiksa oleh bidan setempat, ada beberapa hal yang ingin mendapat penjelasan dari dokter: 1. Anak saya belum sempat di imunisasi campak karena pas waktu mau imunisasi campak anak saya sakit dan bidan menyarankan nanti saja setelah sembuh, apa ini berpengaruh terhadap anak saya sehingga terkena herpea? 2. Untuk pengobatan sendiri saya sudah membeli salep acyclovir 5% dan bedak salycil anjuran bidan serta paracetamol, apakah pemberian antibiotik diperlukan dok dan sebaiknya dari golongan jenis apa antibiotik yang bisa diberikan pada anak saya? 3. Selang beberapa hari kakaknya yang baru usia 9 tahun juga terkena hal yang sama dok apakah pengobatannya serta obat yang diberikannya sama dengan si bungsu dok? 4. Cara efektif untuk mencegah penularan virus herpes ini bagaimana ya dok? Atas perhatian dan jawaban serta respon yang cepat saya haturkan terimakasih.

Terima kasih telah bertanya mengenai herpes melalui fitur Tanya Dokter
Halo,

1. Herpes dan campak adalah dua penyakit berbeda yang tidak saling berhubungan. Vaksin campak tidak akan melindungi terhadap penyakit herpes

2. Antibiotik diberikan pada penyakit yang disebabkan bakteri, herpes disebabkan virus. Pemberian antibiotik pada penyakit herpes tidak bermanfaat.

3. Kami tidak dapat menyarankan pengobatan tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Sebaiknya anak anda dibawa berkonsultasi dengan dokter.

4. Penyakit herpes dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu herpes zoster dan herpes simpleks. Keduanya sama-sama disebabkan oleh virus, namun jenis virusnya berbeda, di mana herpes zoster disebabkan oleh virus varicela zoster (VVZ) sedangkan herpes simpleks disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV). Perbedaan jenis virus ini tentu saja membuat manifestasi klinisnya juga berbeda.

HSV sendiri ada dua macam meski keduanya dapat saling berhubungan, yaitu tipe 1 yang dikaitkan dengan infeksi di daerah bibir dan rongga mulut dan tipe 2 yang bermanifestasi di genital (alat kelamin). Begitu seseorang terinfeksi HSV baik tipe 1 maupun tipe 2, virus ini akan terus berada di syaraf dalam keadaan laten dan sewaktu-waktu penyakit ini dapat kambuh lagi

Serangan pertama atau disebut infeksi primer dari HSV tipe 1 biasa terjadi pada anak-anak dan remaja, sedangkan infeksi primer dari HSV tipe 2 lazim dijumpai setelah pubertas dan ditularkan secara seksual. Selama terjadi serangan, virus keluar dari persyarafan menuju kulit atau membran mukosa di mana ia berkembang biak dan menimbulkan gejala klinis. Setelah setiap serangan, virus ini akan kembali ke serabut syaraf dan kembali memasuki fase laten yaitu keadaan istirahat.

Pertama kali seseorang merasakan serangan virus herpes simpleks ini, umumnya keluhannya jauh lebih berat daripada serangan kambuhan (rekuren) meski ada sebagian kasus dimana keluhan pasien sangat ringan bahkan tidak terasa apa-apa. Gejala umum dari infeksi HSV tipe 1 adalah yang disebut herpetic gingivostomatitis. Periode inkubasi umumnya 4 hingga 5 hari kemudian gejala diawali dengan demam. Pasien dapat merasa rasa sakit,panas dan perih atau gatal terutama pada saat makan dan minum. Gusi dapat membengkak dan mudah berdarah.

Di dalam rongga mulut dapat timbul vesikel (gelembung) berukuran kecil yang umumnya berkelompok dan dapat dijumpai di bagian dalam bibir, lidah, tenggorokan, langit-langit dan di bagian dalam pipi. Selanjutnya vesikel ini akan pecah dan menjadi ulkus (luka) yang dipermukaannya terdapat semacam lapisan kekuningan. Pada saat inilah rentan terjadi penularan karena vesikel tersebut mengeluarkan cairan yang mengandung jutaan virus herpes simpleks. Kelenjar getah bening setempat yaitu di sekitar leher dapat membesar dan saat ditekan terasa lunak.

Selain herpetic gingivostomatitis, HSV tipe 1 juga dapat bermanifestasi di bibir dan sering disebut herpes labialis. Gejalanya kurang lebih sama dengan yang telah dikemukakan di atas.

Infeksi Herpes Simpleks Virus tipe 2 adalah infeksi virus yang umumnya dapat terlihat pada kemaluan seseorang, dan ditularkan melalui hubungan intim atau seksual. Namun bisa juga ditemukan pada bagian kulit lain. Gejala yang dapat muncul adalah adanya lesi pada kulit, terutama tempat virus tersebut masuk. Selain itu, bisa juga terdapat gejala-gejala infeksi virus pada umumnya seperti demam, nyeri tulang, sakit kepala, dll. Sampai saat ini, infeksi virus herpes simplex belum ada obatnya.

Virus varisela-zoster merupakan virus yang sama yang menyebabkan cacar air, untuk itu memang dapat menular. Herpes zoster dapat menular pada mereka yang belum pernah terkena cacar air dan yang akan timbul adalah cacar air bukan herpes zoster. Setelah seseorang terkena cacar air maka orang tersebut dapat terkena herpes zoster bila mengalami stres berlebih atau penurunan daya tahan tubuh. Mereka dengan herpes zoster tidak terlalu menularkan virus seperti mereka yang dengan cacar air. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang mengalami lesi karena virus dapat menyebar melalui udara. Untuk itulah, setiap orang dapat tertular. Penularan bukan terjadi secara langsung melalui hubungan seksual (alat kelamin) tetapi melalui kontak kulit dengan kulit yang mengalami herpes zoster.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai herpes . Semoga bermanfaat.

 

3 Komentar

  • Yun***

    Dok mau tanya. Jadi gini saya bulan 11 2020 kemarin terkena herpes genital, saya mempunyai anak 1tahun dan dia masih menyusu, apakah bahaya dok menyusui?

  • Yun***

    Dok mau tanya. Jadi gini saya bulan 11 2020 kemarin terkena herpes genital, saya mempunyai anak 1tahun dan dia masih menyusu, apakah bahaya dok menyusui?

  • Yun***

    Dok mau tanya. Jadi gini saya bulan 11 2020 kemarin terkena herpes genital, saya mempunyai anak 1tahun dan dia masih menyusu, apakah bahaya dok menyusui?