Sukses

Melancarkan ASI
13 Jul 2017, 00:00 WIB
Pria, 23 tahun.

Dok saya mau tanya, bagaimana mempersiapkan ASI agar lancar nanti setelah melahirkan. Karna dlu anak pertama asi sedikit cuman 4 bulan.. mohon bantuannya Dok.. terimakasih...

Terima kasih telah bertanya seputar melancarkan ASI menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Produksi ASI sangat dipengaruhi kondisi psikis si ibu. Bila hati ibu tenang, bahagia, maka produksi ASI akan berlimpah. Persiapan dengan suplemen ASI tidak dilarang namun hal yang terpenting sebenarnya lebih terletak pada kondisi psikis dan juga rangsang hisap bayi. Saat pemberian ASI, hisapan bayi dapat merangsang produksi hormon prolaktin (hormon yang dapat merangsang pengeluaran ASI). Sedangkan jumlah prolaktin yang diproduksi akan tergantung dari frekuensi dan intensitas hisapan bayi Anda.

Selain faktor psikis, nutrisi yang tepat merupakan hal yang sangat penting pada fase menyusui. Hal ini bukan hanya untuk kebutuhan ibu, tetapi untuk bayi yang bergantung penuh pada air susu ibu (ASI) pada awal kelahiran hingga bayi usia 6 bulan idealnya. Karena itu, ibu harus meyakinkan kalau ASI­nya mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan oleh bayi. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah melalui diet. Bagaimanakah cara diet yang benar bagi ibu menyusui?

Menambah asupan kalori. Sebagian besar ibu menyusui memerlukan 500 kalori ekstra dari jumlah asupan kalori normal mereka sebelum masa kehamilan. Tetapi, kebutuhan setiap individu tetap bergantung pada metabolisme dan aktivitas fisik mereka. Pakar nutrisi menganjurkan agar ibu menyusui mengonsumsi 2.700 kalori per hari. Akan tetapi, studi­studi terbaru menemukan kalau ibu menyusui memerlukan asupan kalori sekitar 2.200 kalori per hari, sekitar 15% lebih sedikit dari anjuran pakar nutrisi. Makanan apa saja yang bernutrisi? Anda bisa mengonsumsi sayur­sayuran dan buah­buahan sebagai sumber kalori yang rendah lemak, kaya vitamin, mineral, dan serat. Pastikan juga menambah asupan makanan yang kaya vitamin A seperti wortel, bayam, ubi jalar, dan semangka.
Karbohidrat. Ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi 6­11 takar biji­bijian. Sebaiknya pilih yang whole grain karena mengandung lebih banyak nutrisi (vitamin dan mineral) serta membantu mencegah konstipasi.
Asupan protein. Ada baiknya menambah asupan makanan yang kaya protein. Berdasarkan anjuran, Anda sebaiknya mengonsumsi 1 gram protein untuk setiap 1/2 kilogram berat badan per hari. Pastikan memasukkan protein dalam dua kali makan setiap harinya. Anda bisa memilih sumber protein dari daging, unggas, makanan laut, telur, kedelai, kacang­kacangan, tahu, serta produk­produk susu.
Kalsium. Sama seperti masa kehamilan, kebutuhan kalsium selama menyusui tetap tinggi. Teruskan mengonsumsi paling tidak 3­4 makanan kaya kalsium setiap hari. Ibu yang masih berusia remaja sebaiknya mengonsumsi 4­5 takar. Hasil studi menemukan, asupan kalsium tinggi selama menyusui terbukti mengurangi risiko osteoporosis di usia selanjutnya. Anda bisa mendapatkan kalsium dari produk­produk susu. Selain kalsium, susu dan produk susu juga mengandung protein, vitamin, dan mineral.
Perbanyak air. Saat menyusui, ibu biasanya cenderung lebih cepat haus. Hal ini karena tubuh menggunakan air untuk pembentukan susu. Karena itu, sangat penting untuk menambah asupan air. Usahakan minum 2.25­2.7 liter sehari. Selain itu, berikut beberapa hal yang perlu Anda ingat:
Batasi asupan makanan olahan. Sangat tidak bijaksana menggantungkan asupan makanan dari junk food di saat menyusui. Anda sebaiknya menerapkan pola diet yang rendah lemak dan tinggi serat, konsumsilah banyak sayuran hijau seperti katuk.
Hindari asap rokok karena hal ini bisa mengurangi produksi ASI dan pastikan menghindari asap rokok karena bisa mengganggu perkembangan paru­paru bayi.
Jauhi alkohol, karena alkohol bisa menghambat pertumbuhan buah hati Anda. Pastikan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat­obatan apa pun. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar