Sukses

Kepala Nyut-nyutan, Kenapa?

12 Jul 2017, 14:18 WIB
Wanita, 16 tahun.

Dok saya mau nanya.. sudah 2 hari kepala saya nyut nyutan. Rasa nyut nyutannya lebih berasa saat saya mau berbaring dari pada saat beraktifitas seperti biasa. Dan nyut nyutannya hanya di daerah pelipis kanan kiri. Itu penyebabnya apa ya dok?

Terima kasih telah bertanya seputar nyeri kepala tegang melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Secara umum, penyebab sakit kepala dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  • Primer - tidak disebabkan oleh kondisi apapun, hasil pemeriksaan lab, CT scan normal
  • Sekunder - terdapat penyakit yang mendasari, seperti akibat cedera leher/kepala/tulang belakang, peradangan atau gangguan pada pembuluh darah di dalam dan sekitar otak, termasuk stroke, infeksi (meningitis), tekanan dalam otak yang terlalu tinggi atau rendah, tumor otak, cedera kepala. Kondisi ini sering ditandai dengan gejala kelemahan tubuh sesisi, pandangan ganda, dll

Yang umum terjadi adalah sakit kepala primer dalam bentuk:

  • Nyeri kepala yang bersifat cluster. Ditandai dengan nyeri terutama dibelakang mata, disertai mata merah, berair, keluar cairan dari hidung.
  • Migrain, ditandai dengan nyeri seperti berdenyut, biasanya hanya sebelah, nyeri terutama saat bekerja, sangat nyeri hingga mual dan muntah
  • Nyeri kepala tipe tension (seperti ada yang menekan/mengikat kepala)

Dari deskripsi singkat Anda, kemungkinan Anda mengalami nyeri kepala tipe tension (selanjutnya disebut tension-type headache/TTH).

Pada TTH terdapat nyeri kepala tumpul, rasa seperti ada yang menekan/mengikat di sekitar dahi atau belakang kepala hingga leher. Jenis sakit kepala ini seringkali disebabkan karena stress dan paling sering terjadi pada orang dewasa.

 Beberapa faktor yang kerap memicu TTH ialah:

  • Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian
  • Gangguan tidur
  • Posisi tubuh yang salah saat bekerja
  • Waktu makan yang tidak teratur
  • Kelelahan mata
  • Penghentian konsumsi kafein
  • Kecemasan
  • Kelelahan
  • Kadar zat besi yang rendah

TTH dapat diatasi dengan istirahat, pemijatan/massage bagian belakang kepala dan leher, serta minum obat penghilang rasa sakit jika tidak tahan. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut tidak akan banyak membantu jika anda tidak menghindari faktor pencetus terjadinya TTH pada diri Anda. Untuk mencegah berulangnya kejadian TTH pada diri Anda, Anda juga perlu menghindari faktor-faktor pencetus TTH.

Apabila dengan obat pereda rasa nyeri, sakit kepala tidak berkurang atau justru frekuensinya semakin meningkat apalagi disertai dengan gejala lain seperti pingsan dan gangguan keseimbangan, maka kami sarankan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis saraf karena dikhawatirkan ada penyebab lain dari sakit kepala tersebut. Mengenai apa pemeriksaan penunjang yang sekiranya diperlukan tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter yang memeriksa Anda langsung.

0 Komentar

Belum ada komentar