Sukses

Keputihan Kecoklatan

11 Jul 2017, 23:59 WIB
Pria, 18 tahun.

selamat pagi dok. saya perempuan berusia 18 tahun yang belum pernah berhubungan seks. saya ingin menanyakan seputar keluhan saya. kemarin saya mendapati cd saya terdapat keputihan. namun keputihan kali ini tidak seperti biasanya yang tidak berwarna, melainkan kali ini berwarna merah kecoklatan seperti darah. saya takut dok karena saya baru saja selesai haid sekitar 10 hari yang lalu. lendir trsbt tidak berbau amis seperti darah atau bau-bau lainnya & vagina saya juga tidak merasa gatal. mohon dijawab dok, sekian terimakasih atas perhatiannya.

Terima kasih telah bertanya seputar keputihan berwarna merah kecoklatan menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada wanita akibat dari perubahan hormonal ketika menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Apakah selain keputihan Anda merasakan gejala lainnya, seperti:
- rasa gatal pada kemaluan
- rasa terbakar pada kemaluan
- bau amis atau bau ikan busuk pada keputihan
- keputihan yang bergumpal atau berbusa

Apabila memang ada keluhan seperti yang saya sebutkan di atas maka kemungkinan ini adalah keputihan yang patologis. Keputihan yang fisiologis adalah keputihan yang berwarna bening, tidak terlalu banyak, tidak gatal, tidak berbau, dan tidak panas.

Untuk menjaga agar keputihan tidak datang kembali, gunakanlah pakaian dalam yang kering, gantilah pembalut atau pantyliners tiap tiga-empat jam sekali, cebok dengan arah depan ke belakang, dan selalu keringkan.

Keputihan yang terjadi akibat infeksi memerlukan pengobatan sesuai dengan kuman penyebabnya. Apabila keputihan ini berlanjut dan ada tanda-tanda yang saya tanyakan di atas maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk konsultasi lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar