Sukses

Keputihan Saat Hamil

11 Jul 2017, 21:50 WIB
Wanita, 23 tahun.

Selamat pagi dok. Saya ibu hamil muda berusia 23 tahun. Dok saya mau bertanya apakah normal ketika hamil mengalami keputihan. Dan mata saya minus lebih dari 4 apakah bisa melahirkan secara normal. Karena teman saya ada yang mata minus dan dia bisa melahirkan secara normal ?? Terima kasih.

Terima kasih sudah bertanya menggunakan fitur tanya dokter di Klikdokter.
Kami mohon maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan anda.

Kami ucapkan selamat atas kehamilan Anda dan semoga kehamilan dan proses persalinan berjalan lancar, Ibu dan bayi sehat selalu.

Nampaknya yang Ibu alami adalah keputihan pada masa kehamilan yang memang dapat menyebabkan gatal pada daerah kemaluan.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.


Jika keputihan termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang dialami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:
- Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
- Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
- Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
- Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
- Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi maka memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. Untuk itu, kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda segera untuk diagnosis dan tatalaksana. Keputihan ini perlu segera ditangani agar kehamilan Anda tidak terganggu.

Mata Minus Bisakah Persalinan Normal

Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tetapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia terjadi apabila kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina.

Berdasarkan kekuatan lensa memokuskan objek, miopia dibedakan menjadi miopia derajat ringan (hingga 3.0 Dioptri), miopia derajat sedang (3.0-6.0 Dioptri), dan miopia derajat berat (6.0 DIoptri atau lebih). Pada miopia derajat berat, retina umumnya lebih tipis akibat perubahan degeneratif pada bagian belakang mata.

Mengenai kelainan refraksi pada mata khususnya mata minus sebenarnya tidak ada batasan secara tegas pada minus berapa masih dibolehkan melahirkan normal artinya resiko komplikasi pada mata tidak ada jika melahirkan normal.

Tetapi umumnya dipakai batasan minus 5 atau lebih sebaiknya dilakukan seksio sesaria atau melahirkan dengan bantuan alat. Sedangkan dibawah minus 5 masih cukup aman untuk melahirkan normal. Hal ini dengan pertimbangan adanya resiko terjadi ablasio retina (lepasnya retina yg dapat menyebabkan kebutaan) lebih besar pada kondisi mata minus 5 atau lebih, sehingga banyak dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang sangat berhati-hati mempertimbangkan keamanan melakukan persalinan normal pada ibu hamil dengan kondisi tersebut.

Namun ada beberapa penelitian baru yang menyebutkan bahwa mata dengan minus mata -4,5 hingga - 15 masih dapat melahirkan secara normal dan tidak timbul komplikasi selama kehamilan namun tentu sebelum memutuskan cara persalinan akan dilakukan konsultasi dulu dengan dokter spesialis mata untuk menilai kondisi mata dan resiko komplikasinya jika melahirkan secara normal.

Kami sarankan Anda mendiskusikan kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda terlebih dahulu. Diskusikan juga mengenai perlu/tidaknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis mata, khususnya ahli retina untuk memastikan kondisi retina Anda.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar