Sukses

Anemia Hemolitik Autoimun

11 Jul 2017, 17:26 WIB
Pria, 20 tahun.

Alexis Dok,saya ingin konsultasi mengenai kondisi pasangan saya. Di pertengahan tahun 2015,pasangan saya di diagnosa terkena AIHA(auotimune hemolitik anemia)Warm karena pada saat itu HB beliau drop menjadi 4,5 sehingga harus menerima transfusi darah.Setelah keluar dari RS,beliau diberikan metyhl oral 8mgx2 sehari disertai vitamin B12 dan folic acid.Waktu berjalan,beliau sering mengeluh keringat dingin,mual,berdebar-debar pada jam -jam menjelang subuh (jam2-5 pagi). Hingga 6 bulan kemudian,beliau masuk RS lagi karena asam lambungnya tinggi sampai muntah berwarna kuning.Saat itu HBnya 16 dan masih mengkonsumsi metyhl dengan dosis yang sama. 8 bulan kemudian,beliau masuk RS lagi karena HBnya turun menjadi 6.keluar RS HBnya 15.5 dan perlahan-lahan dosis methylnya turun menjadi -+ 2mgx2 hari sekali + folic acid + Vit B12. 6 bulan kemudian,beliau mausk RS lagi karena Hbnya turun sehingga harus transfusi 2 kantong.Keluar dari RS hbnya 11,7 dan perlahan-lahan dosis metyhl dikurangi menjadi 4mg x2 hari sekali+ folic acid+Vit B12 4 bulan kemudian,saat ini beliau masuk RS lagi karena HBnya 5,7 dan trombositnya 39000.Saat ini beliau diberikan methyl dosis 500 mg selama 2 hari dan 125 mg selama 2 hari melalui intravena. Penderita pria,mahasiswa,20 tahun,175 cm,70 kg,O(negatif) Yang ingin saya tanyakan,mengapa jeda masuk RS beliau makin dekat-dekat.Apa yang harus diamati ketika beliau akan drop ?apakah ada pengobatan lain?Apakah pengobatan Rituximab dapat diaplikasikan pada beliau?Hal -hal apa yang harus dihindari agar beliau tidak drop lagi ?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Anemia Hemolitik Autoimun melalui fitur Tanya Dokter.

Anemia hemolitik disebabkan oleh penghancuran sel darah merah yang lebih cepat daripada pembuatannya. Normalnya, sel darah merah bertahan hingga 120 hari di dalam tubuh. Pada kasus anemia hemolitik, sel darah merah mengalami penghancuran lebih awal.

Banyak sekali penyebab anemia hemolitik. Ada yang dicetuskan oleh penyakit autoimun maupun tidak, namun ada pula yang dibawa secara genetik.

Anemia hemolitik autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menginterpretasikan sel darah merah yang terdapat di dalam tubuh sebagai benda asing. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya antibodi terhadap sel darah merah. Antibodi ini akan menyerang sel darah merah dan menyebabkan penghancuran sel darah merah lebih awal.

Penghancuran sel darah merah dapat disebabkan oleh:

Kelainan genetik sel darah merah (anemia sel sabit, talasemia, defisiensi G6PD)

Paparan terhadap senyawa kimiawi, obat-obatan (penisilin, obat antimalaria, kemoterapi, asetaminofen, levodopa), dan toksin tertentu

Infeksi (virus Epstein-barr, HIV, cytomegalovirus)

Penyakit autoimun seperti lupus

Pembesaran limpa

Penyebab lainnya:

Bekuan darah di pembuluh darah kecil

Transfusi darah dari donor yang tidak memiliki kecocokan darah dengan penerima

Ibu hamil dengan rhesus negatif dan janin yang dikandungnya memiliki rhesus positif

Tidak ada makanan yang secara khusus dapat menyembuhkan anemia jenis ini, demikian juga dengan obat. Yang terpenting adalah mengetahui penyebab dan menghindari pencetus terjadinya penghancuran sel darah merah. Misalnya, menghindari Paparan terhadap senyawa kimiawi, obat-obatan (penisilin, obat antimalaria, kemoterapi, asetaminofen, levodopa), dan toksin tertentu.

Penanganan anemia hemolitik bergantung dari jenis dan penyebabnya:

Pada kondisi gawat darurat, dapat diberikan transfusi darah

Pada kondisi gangguan sistem imun, dapat diberikan pengobatan yang menekan sistem imun

Ketika sel darah dihancurkan secara cepat, tubuh akan membutuhkan tambahan suplemen asam folat dan zat besi

Pada beberapa kasus dibutuhkan operasi pengangkatan limpa

Jadi untuk kasus pasangan Anda perlu diketahui penyebab dari anemia yang ia alami. Kami menyarankan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis penyakit dalam sub hematologi. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Anemia Hemolitik Autoimun. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar