Sukses

Menghitung Masa Subur Haid Tidak Teratur, Usia dan Tanda Hamil

11 Jul 2017, 11:43 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok mau tanya.. 1. apakah berhubungan intim dengan masuknya sperma saat haid hari ke 5 bisa hamil ? Waktu sya haid hari ke 5 itu masih keluar haid tapi kyk sisa2 flek gitu sedikit setelah sya berhubungan intim dg suami sya mengeluarkan darah seperti darah haid dan sampai tembus di kasur, awal haid tgl 26 april berakhir 29 april melakukan hubungan intim di tgl 30 april sperma msk dalam ? 2. Apakah pada wkt tgl 30 april itu sya masa subur soalnya sperma masuk dlm ? 3.apakah bisa terjadi kehamilan saat itu juga di tgl 30 april padahal sya masih haid meskipun keluar haidnya hanya sedikit sedangkan haid sya tgl nya tidak beraturan ?4. Terakhir tast pack di bulan mei akhir hasil negatif tapi sdh telat haid dan di bulan juli awal sya dinyatakan hamil usia 1.5 bln ? Kira2 awal hamil sya di bulan dan minggu ke berapa ya dok ? 5. Karena masih bingung menafsirkan hamil soalnya sya di akhir bln mei sekitar tgl 22 melakukan hubungan intim dg suami lagi ? 6. Apakah sya hamil setelah tgl 30 april atau tgl 22 mei ya dok ? 7. Tanda kehamilan bisa sya rasakan di akhir bln juli sedangkan di bulan mei sama sekali tidak merasakan ?

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah bertanya seputar kehamilan melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Berdasarkan informasi dari yang Anda sampaikan izinkan kami menjelaskan mengenai cara menghitung masa subur Anda, cara menghitung usia kehamilan dan tanda kehamilan.

1. Menghitung masa subur

Keluhan Anda mengenai haid tidak teratur tentunya mempengaruhi perhitungan usia kehamilan Anda. Untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Lalu, hitunglah jumlah hari pada setiap siklus, dan catat jumlah hari pada siklus terpendek dan siklus terpanjang.

Rumusnya:

Hari pertama masa subur = Jumlah hari pada siklus terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari pada siklus terpanjang – 11

Ovulasi akan terjadi pada 14 hari sebelum hari pertama menstruasi yang akan datang bulan berikutnya. Lakukan hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda melakukan hubungan seksual pada hari-hari tersebut.

2. Perhitungan Usia Kehamilan

Perhitungan kehamilan memang dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu melalui perhitungan manual dengan hari pertama haid terakhir (HPHT) dan perhitungan melalui Pemeriksaan USG janin. Perhitungan melalui HPHT hanya dapat dipercaya apabila siklus menstruasi Anda teratur dalam 6 siklus terakhir. Perhitungan HPHT kekurangannya adalah ibu seringkali lupa akan kepastian tanggal hari pertama mengalami haid terakhir sebelum hamil, sehingga perhitungan ini tidak jarang meleset dari usia kehamilan sebenarnya.
Apabila sudah memasuki trimester ketiga. Perhitungan usia kehamilan lebih baik dilakukan melalui pemeriksaan USG. Hal ini dikarenakan pemeriksaan USG pada trimester ketiga sudah lebih baik dan lebih akurat karena ukuran janin yang sudah cukup besar.

Teori di atas pun telah dibuktikan melalui penelitian. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa metode perkiraan usia kehamilan dengan perhitungan hari pertama haid terakhir tidak terlalu dapat diandalkan akurasinya dibandingkan dengan perhitungan dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Karena itu, dalam hal ini, hasil perkiraan usia kehamilan dengan USG lebih dapat dipercaya. Meski demikian, perlu diingat bahwa hasil tersebut pun memiliki kemungkinan kesalahan (meski tidak terlalu besar), mengingat sifatnya yang operator-dependen (bergantung pada operator/pemeriksa).

Tetaplah memeriksakan kehamilan Anda ke dokter Anda. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan USG untuk memantau serta memastikan bahwa Anda dan bayi dalam kandungan dalam kondisi sehat.

3. Tanda Kehamilan

Tanda kehamilan yang pertama adalah telatnya menstruasi. Tanda-tanda kehamilan lainnya terdiri atas tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti. Tanda-tanda kehamilan tidak pasti yang dialami dapat bervariasi setiap individunya, antara lain adalah:

-sering berkemih
-pembesaran dan nyeri payudara
-mual
-perasaan lelah
-daerah sekitar puting susu menghitam
-peningkatan suhu tubuh
-flek perdarahan karena perlekatan hasil pembuahan ke dinding Rahim, dsb

Keluarnya perdarahan kecil atau flek-flek kecoklatan dalam waktu singkat karena proses penempelan calon bayi pada dinding rahim biasanya hanya terjadi dalam 1 hari saja.

Sedangkan tanda pasti kehamilan (obyektif) adalah:

-terasa bagian janin serta gerak janin pada perabaan
-terdengar bunyi jantung janin pada auskultasi
-terlihat gambaran janin pada USG atau scanning

Untuk memastikan apakah terjadi kehamilan pada diri Anda perlu dilakukan pemeriksaan pasti karena gejala-gejala lainnya hanya merupakan pertanda tidak pasti. Kami sarankan jika Anda terlambat haid lebih dari 2-3 minggu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Test pack dapat mendeteksi kehamilan dengan tingkat keakuratan mencapai 99%. Bahkan garis tipis saja sudah menunjukkan hasil yang positif. Namun, testpack juga dapat menunjukkan hasil negatif palsu (hasilnya negatif, namun terdapat kehamilan) ataupun positif palsu (hasilnya positif, namun tidak disertai kehamilan). Untuk mengkonfirmasi hasil pemeriksaan itu, diperlukan konfirmasi USG.

Beberapa penyebab terjadinya hasil negatif palsu adalah akibat kesalahan teknik pemeriksaan, terlalu lama mencelupkan strip, atau apabila kadar hormon B-hCG dalam urin belum mencukupi. Hasil positif telah dapat ditemukan 8 hari setelah pembuahan pada 5% perempuan (bukan hubungan seksual, pembuahan terjadi bergantung pada masa subur wanita), dan angka ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Pemeriksaan test pack dapat dilakukan 1 hari setelah menstruasi terlambat, namun masih dapat terjadi hasil negatif karena rendahnya kadar hormon sehingga tidak terdeteksi.

Oleh sebab itu testpack dapat dilakukan kembali setelah ada keterlambatan lebih dari 1 minggu (sesuai siklus menstruasi). Masih juga ada kemungkinan muncul hasil yang negatif akibat masih rendahnya kadar hormon yang ada. Dalam keadaan tersebut, ulang pemeriksaan 1 - 2 minggu kemudian, atau langsung melakukan pemeriksaan kadar hormon B-hCG dalam darah atau pemeriksaan USG untuk hasil yang lebih akurat, jika memang masih belum menstruasi.

 

Demikian informasi mengenai kehamilan ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar