Sukses

Dada Terasa Sakit Kalau Menelan

10 Jul 2017, 22:38 WIB
Pria, 32 tahun.

Assalamualaikum,,,Dok Saya Sedang menderita Penyakit KP Paru, Dada sampai ke belikat saya terasa sakit kalau menelan makanan seperti Nasi,sudah 1 bulan saya hanya mengkonsumsi bubur..Saya sudah Menjalani pengobatan selama 1 minggu tapi sakitnya belum juga reda,,Gimana ya dok, apakah belum ada reaksi dari obat yang saya minum..?? Wassalam.. Terus

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah bertanya seputar nyeri menelan melalui fitur Tanya dokter.

Sulit menelan merupakan suatu gejala atau keluhan yang diakibatkan adanya kelainan di dalam saluran pencernaan yang paling atas, yakni orofaring dan esophagus. Keluhan ini akan bermanifestasi bila terdapat gangguan gerakan-gerakan pada otot menelan dan gangguan transportasi makanan dari mulut ke lambung. Beberapa keluhan lain yang dapat menyertai keluhan sulit menelan adalah nyeri waktu menelan (odinofagia), rasa terbakar di leher hingga dada, rasa mual dan muntah, muntah darah (hematemesis), berak berdarah (melena) batuk dan berat badan berkurang.

Berdasarkan penyebabnya, disfagia dibagi menjadi tiga bagian

-Disfagia mekanik, sumbatan rongga esophagus oleh massa, peradangan, penyempitan, atau penekanan dari luar.
-Disfagia motorik, adanya kelainan pada sistem saraf yang berperan dalam proses menelan
-Disfagia karena gangguan emosi

Dari riwayat penyakit dapat didapatkan beberapa informasi yang dapat membantu penegakan diagnosis, jenis makanan dapat menjelaskan jenis disfagia yang terjadi. Pada disfagia mekanik, sulit menelan terjadi pada makanan-makanan yang padat, makanan tersebut kadang perlu dibantu dengan air untuk menelan, bila keadaan ini terjadi semakin parah, perlu dicurigai adanya keganasan atau kanker. Sebaliknya pada disfagia motorik keluhan sulit menelan terjadi pada makanan padat dan makanan cair. Disfagia yang hilang dalam beberapa hari atau seminggu dapat disebabkan oleh peradangan pada rongga esophagus.

Dari pemeriksaan fisik dapat dilihat adanya massa pada leher atau pembesaran kelenjar limfa yang dapat menekan esophagus. Pada pemeriksaan rongga mulut, dapat dilihat adanya peradangan atau pembesaran tonsil (amandel).

Pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan biasanya adalah foto polos esofatus dengan zat kontras. Pemeriksaan ini tidak merusak dan tidak merusak. Pemeriksaan yang lain adalah CT-scan, MRI atau esofagoskopi. Pemeriksaan esofagoskopi adalah pemeriksaan yang melihat langsung esophagus dan keadaan rongganya.

Kami menyarankan Anda untuk mengunjungi dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Demikian, semoga informasi seputar nyeri menelan ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar