Sukses

Penebalan Dinding Rahim

10 Jul 2017, 11:26 WIB
Wanita, 21 tahun.

Malam dok. Dok kenapa yah saya selalu tidak teratur dalam menstruasi.. 5 bulan 6 bulan sampe 1 tahun lebih pun saya pernah mengalami. Sampai saya pergi ke dok spesialis kewanitaan di malaysia. Katanya saya rahimnya terlalu tebal atau apa itu saya kurang jelas. Kemudian saya dikasih obat setelah obat itu habis saya langsung keluar haid. Dan teratur setiap bulan. Dan sekarang 3 bulan saya belum datang bulan lagi. Saya belum menikah. Hub badan pun tidak.. Tapi saya khawatir dok. Sebab saya sudah tidak perawan. Saya last berhubungan badan itu tahun 2014. Saya takut ada penyakit dok.. Sedangkan beberapa minggu lagi saya haris medical check up.. Untuk perpanjang kontrak di malaysia. Saya takut bermasalah dalam MCU nanti. Sebab gara2 belum menstruasi dok ketika check darah.. Sama urin. Tolong kasih penjelasan dok. Apakah nanti MCU saya gagal. Kalw saya belum menstruasi. Saya takut ada penyakit dok. Terimaksh

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Penebalan dinding rahim, istilah medis sering disebut dengan hiperplasia endometrium. Memang penebalan dinding rahim sering menyebabkan rasa sakit atau perdarahan melalui vagina yang memanjang. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya anemia. Salah satu pengobatan adalah dengan mengangkat jaringan endometrium dengan cara mengerok dinding dalam rahin atau endometrium , hal ini sering dikenal dengan istilah kuretase. pada tindakan ini dilakukan pembedahan berupa pembersihan di dalam dinding rahim, sedangkan bagian yang dikuret yaitu lapisan dalam dinding rahim yang menebal atau dikenal dengan endometrium.

Pasca kuret seringkali berdampak pada kesehatan wanita, meskipun dampaknya berbeda-beda. Walaupun tidak semua yang telah dilakukan kuretase pada dinding rahimnya ini mengalami dampak yang negatif. Pada beberapa wanita sering kali mengalami gangguan siklus datang bulan. Pada prinsipnya setelah tindakan kuret, normalnya tubuh akan mengalami produksi hormon esterogen dan juga progesteron yang dapat membuat wanita mengalami siklus datang bula seperti biasanya. Meskipun demikian kesuburan akan mengalami pemulihan minimal sekitar dua minggu setelah dikuret. Adapula yang tidak mengalami datang bulan pasca terjadinya kuret. Siklus datang bulan setelah kuret dapat terjadi perubahan menjadi tidak teratur bahkan tidak sama sekali mengalami datang bulan. Pada beberapa kondisi pasien terkadang dokter akan memberikan hormon (setelah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu) untuk memicu terjadinya datang bulan pasca kuret atau melakukan serangkaian test yang berhubungan dengan pemeriksaan hormon untuk mengetahui hubungan hormon dengan kesuburan pada pasien tersebut.

Apabila pasien yang telah melakukan kuret dan mengalami masalah dengan datang bulan sering kali berpengaruh pada kesuburan, hal ini dikarenakan adanya siklus normal dalam pembentukan sel telur yang ideal antara 21 sampai 35 hari. Apabila siklus menstruasi telah normal maka dapat dengan mudah menentukan masa subur untuk kembali merencanakan kehamilan berbanding terbalik dengan pasien pasca kuret yang siklus datang bulan tidak teratur bahkan tidak sama sekali. Meskipun dianggap aman melakukan kuret akan tetapi dalam melakukan prosesnya harus sesuai dengan prosedur dan indikasi yang seharusnya. Sehingga mengurangi kondisi yang buruk, seperti gangguan siklus datang bulan yang berlanjut akan menyebabkan terjadinya asherman’s syndrome dimana terbentuknya perlengketan atau adhesi intrauterine yang umumnya disebabkan oleh luka yang akan berkembang pasca operasi rahim. Pada pasien yang menderita gangguan ini seringkali mengalami pengurangan siklus haid, terjadinya peningkatan rahim dan kejang perut, bahkan mengalami tidak adanya datang bulan sebelum waktunya (amenorrhea) bahkan yang lebih parah akan mengalami kemandulan atau masalah kesuburan (infertilitas).


Terapi atau pengobatan lain adalah sebagai berikut:

Tindakan kuratase selain untuk menegakkan diagnosa sekaligus sebagai terapi untuk menghentikan perdarahan.
Selanjutnya adalah terapi progesteron untuk menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh. Namun perlu diketahui kemungkinan efek samping yang bisa terjadi, di antaranya mual, muntah, pusing, dan sebagainya. Rata-rata dengan pengobatan hormonal sekitar 3-4 bulan, gangguan penebalan dinding rahim sudah bisa diatasi.
Jika pengobatan hormonal yang dijalani tak juga menghasilkan perbaikan, biasanya akan diganti dengan obat-obatan lain.
Khusus bagi penderita hiperplasia kategori atipik, jika memang terdeteksi ada kanker, maka jalan satu-satunya adalah menjalani operasi pengangkatan rahim.
Tanda kesembuhan penyakit hiperplasia endometrium yaitu siklus haid kembali normal. Jika sudah dinyatakan sembuh, ibu sudah bisa mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehamilan. Namun alangkah baiknya jika terlebih dahulu memeriksakan diri pada dokter. Terutama pemeriksaan bagaimana fungsi endometrium, apakah salurannya baik, apakah memiliki sel telur dan sebagainya.

 

Umumnya pemeriksaan MCU tidak mempertimbangkan tentang terlambatnya menstruasi, namun dapat dijadikan dalam riwayat kesehatan Anda. Jenis pemeriksaan MCU pada masing- masing bidang pekerjaan sangat bergantung dari kebutuhan tiap perusahaan. Oleh karena itu kami sarankan Anda menanyakan langsung kepada bagian SDM yang bersangkutan. Dan untuk berhasil atau tidaknya MCU perusahaan tersebut yang akan mempertimbangkan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar