Sukses

Kram Kaki Dan Kekebalan Tubuh Pada Penderita Hepatitis B

10 Jul 2017, 11:22 WIB
Wanita, 31 tahun.

Selamat malam dok, saya mau tanya... saya sering mengalami sakit atau njeram kaki hanya bagian kanan saja..apakah ini ada kaitannya dengan diagnosa dokter bahwa saya mengidap penyakit hepatitis b. Jikalau saya terlalu capek... pinggang saya juga sakit dam perut bagian kanan kadang kala juga terasa perih dan saya mudah sekali masuk angin dan pusing. Apa yang harus saya lakukan dok untuk meminimalisir penyakit saya ini. Saya juga sudah melakukan cek lab Hbv dna dan positif dan saya diberikam obat ricovir selama 3 bulan yang sudah saya konsumsi, namun saya merasakan belum merasakan perubahan yang bagus terhadap tubuh saya. Saya takut jika selalu mengkonsumsi obat teraebut saya ketergantungan terhadap obat tersebut. apa ada cara alami agar saya bisa meningkatkan kekebalan tubuh saya dok, sehingga anti body alami saya bisa melawan virus tersebut. Hal2 apa saja dan makanan apa saja yang harus saya hindari dok??? Atas saran dan jawabannya, saya ucapkan banyak terimakasih. selamat malam.

dr. Jeannyfer HJ

Dijawab Oleh:

dr. Jeannyfer HJ

Terimakasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter di Klikdokter.com

1. Kram Kaki

Kram pada kaki dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya adalah :

Gangguan aliran darah atau kurang lancarnya aliran darah yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah posisi tidur yang menekan pembuluh darah di kaki terlalu lama (posisi kaki terlipat ketika sedang tidur atau posisi bersila)
Kurangnya asupan kalsium dan potassium. Kalsium berperan untuk kontraksi otot sedangkan potassium atau kalium berperan di dalam relaksasi otot. Apabila kekurangan 2 jenis elektrolit ini maka proses kontraksi-relaksasi otot tidak akan berjalan lancar.
Kelelahan dan dehidrasi (kekurangan cairan)
Pada penderita penyakit kronik seperti diabetes melitus
Untuk menghindari kram pada kaki, Anda dapat mencoba untuk olahraga teratur untuk melancarkan aliran darah di kaki, lakukan peregangan otot sebelum berolahraga, jangan terlalu lama berdiri atau usahakan selalu melakukan aktivitas (berjalan atau menggerakkan kaki) setelah berdiri atau duduk lama, dan konsumsi makanan yang mengandung kalsium dan potassium (susu dan pisang). Jika dengan cara-cara tersebut, kram tetap berlangsung, maka segera periksakan diri kepada dokter dan bila perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium darah.

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Salah satu faktor yang mempengaruhi kekebalan tubuh adalah antioksidan. Antioksidan ini kaya di dalam berbagai jenis buah dan sayur.

Terdapat 3 vitamin yang bersifat antioksidan dan berperan dalam kekebalan tubuh, yaitu beta-carotene (prekursor vitamin A), vitamin C, dan vitamin E. Anda bisa mendapatkan vitamin-vitamin tersebut dari buah dan sayur yang berwarna ungu, merah, oranye, kuning, dan biru.

Di samping itu, Anda juga memerlukan mineral penting seperti Zinc dan Selenium untuk menjaga kekebalan tubuh. Zinc bisa didapat dari tiram, daging merah, daging unggas, kacang-kacangan, seafood, dan dairy products. Sedangkan Selenium bisa Anda dapat dari daging sapi, tuna daging unggas, dan biji-bijian.

Kami tetap menyarankan Anda untuk mengonsumsi gizi yang seimbang, cukup tidur, serta berolahraga secara rutin (minimal 3x/minggu) agar kekebalan tubuh Anda terjaga. Bila dirasa kurang, barulan mengonsumsi suplemen atau vitamin yang mengandung bahan-bahan di atas.

3. Hepatitis B

Hepatitis (radang pada hati) B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV. Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

Kontak langsung darah dengan darah
Hubungan seksual yang tidak aman
Penggunaan jarum suntik tidak sterilTertusuk jarum suntik yang terinfeksi
Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
Penggunaan pisau cukur bersama
Tranfusi darah
Sekitar sepertiga kasus dari penderita hepatitis B dapat tidak mengalami gejala sama sekali. Sisanya, penderita hepatitis B dapat mengalami beberapa gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan leas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan menurun, diare, badan terlihat kuning (ikterik), mual dan muntah.

Pengobatan untuk hepatitis B kronik mencakup pemberian antiviral seperti lamivudine dan interferon alpha. Namun, sebelum diberikan pengobatan, diperlukan pemeriksaan serologi hepatitis B yang lengkap, misalnya kadar HBV-DNA serta fungsi hati (SGPT dan SPOT). Hal tersebut bertujuan untuk menilai apakah Anda memiliki indikasi untuk diberikan terapi antiviral, dan untuk memantau perkembangan penyakit setelah diberikan obat. Anda juga harus berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis ilmu penyakit dalam divisi hepatologi karena pengobatan untuk hepatitis B tidak sederhana.

Beberapa hal yang harus dilakukan jika Anda terkena hepatitis diantarnya:

Istirahat cukup, hindari aktifitas yang berlebihan.

Biasanya pasien hepatitis sering mengeluh rasa tidak nyaman di perut dan mual. Hindarilah makanan yang memicu mual seperti kopi, makanan dengan bau yang memicu mual, makanan pedas, dan makanan tinggi lemak dan tinggi gula.

Konsumsi lebih banyak sayur dan buah

Cukupi kebutuhan cairan

Tidak mengkonsumsi alkohol, alkohol dapat memperparah kerusakan hati.

Jangan sembarangan minum obat anti nyeri karena ada yang bersifat hepatotoksik (merusak hati)

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara teratur.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam Sehat

0 Komentar

Belum ada komentar