Sukses

Perawatan Vagina Setelah Melahirkan

10 Jul 2017, 02:32 WIB
Wanita, 24 tahun.

Dok saya mau tanya .selepas melahirkan,saya sering mengalami kentut vagina(padahal tidak berhubungan intim). sekarang kadang kalau berhubungan intim saja suka kentut vagina..terus sebenarnya jarak antara lubang vagina dan anus itu brp cm ya..punya saya kok batasnya hanya mgkn 5 mili aj bekas simpul benang jahit .apa mungkin memang jahitan luar n dalam vagina saya tidak jadi?karena suami pun bilang merasa longgar sekali dan saya tidak merasakan sensasi ketika ketika berhubungan. ..apakah mungkin vagina bisa di jahit lagi dok?padahal anak saya sekarang sudah 2 tahun..mohon bantuannya terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Jika Anda melahirkan secara normal, pada umumnya dokter kandungan akan melakukan episiotomi (pengguntingan dinding vagina dan perieum) untuk kelancaran proses melahirkan. Bekas episiotomi ini akan dijahit kembali. Keluhan nyeri dan bengkak akan berkurang setelah beberapa hari. Namun proses penyembuhan luka tersebut baru selesai antara 3 - 6 bulan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka tersebut, seperti kebersihan luka, reaksi alergi terdahap benang jahit, serta status gizi.

Sangat penting untuk menjaga kebersihan luka jahitan episiotomi, karena jika tidak, kuman akan mudah masuk dan menimbulkan infeksi. Tanda-tanda infeksi di antaranya adalah luka bengkak, nyeri, bernanah, dan bisa terdapat demam.

Perawatan yang Anda dapat lakukan adalah :

1. Bilas / cebok dengan air bersih, atau dapat juga menggunakan cairan antiseptik kewanitaan

2. Cebok satu arah, dari depan ke belakang

3. Jangan menahan kencing

4. Jangan terlalu lama mengganti pembalut

5. Pakailah celana dalam yang kering dan bersih

6. Hindari aktivitas berlebihan saat minggu-minggu pertama pasca melahirkan

Setelah melahirkan vagina akan mengalami beberapa perubahan. Hal tersebut merupakan suatu proses alami tubuh yang terjadi pada hampir setiap wanita. Dan ketahuilah, perubahan yang ada adalah wajar adanya.

Namun demikian, beberapa perubahan tersebut seringkali membuat wanita merasa tidak nyaman. Bahkan pada beberapa keadaan dapat membuat luruhnya kepercayaan diri pada wanita.

Untuk itu, ada baiknya kita mempelajari perubahan vagina yang terjadi setelah melahirkan, serta bagaimana cara menanganinya.

Berikut adalah beberapa perubahan yang dapat terjadi pada vagina setelah melahirkan:

1. Vagina Longgar

Sebagian wanita akan merasa tidak nyaman hingga stres setelah melahirkan akibat vagina yang terasa lebih longgar. Saat proses melahirkan bayi akan bergerak dari rahim dan keluar melalui vagina sehingga vagina akan meregang agar bayi dapat keluar.

Vagina Anda mungkin tidak akan kembali seperti sedia kala namun ada beberapa teknik yang dapat Anda lakukan untuk mengencangkan otot vagina. Salah satunya adalah dengan melakukan latihan otot dasar panggung atau senam kegel.

Senam ini selain dapat meningkatkan kepuasan seksual dapat pula mengurangi gejala sulit menahan BAK setelah melahirkan. 

2. Vagina ‘kering’

Hal ini normal dialami pada wanita setelah melahirkan. Kekeringan pada vagina ini disebabkan oleh penurunan hormon estrogen pada tubuh dibandingkan saat hamil. Pada wanita yang menyusui, kadar estrogen akan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak meyusui, sehingga kekeringan akan lebih terasa. Ketika Anda sudah berhenti menyusui dan siklus menstruasi Anda kembali normal, maka kekeringan vagina biasanya tidak Anda alami lagi.

Setelah melahirkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh akan menurun drastis terutama pada wanita yang menyusui. Namun Anda tak perlu khawatir, keluhan ini akan berangsur hilang setelah Anda berhenti menyusui dan mendapatkan haid kembali. Tetapi jangan Anda jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak memberikan ASI ekslusif pada bayi ya! Jika Anda merasakan hal ini begitu mengganggu terutama saat berhubungan seksual, Anda dapat menggunakan pelumas untuk berhubungan seks tanpa nyeri.

3. Nyeri Saat Berhubungan

Seringkali nyeri saat berhubungan seksual disebabkan oleh vagina kering dan nyeri di perineum. Tidak ada patokan pasti kapan Anda boleh melakukan hubungan seksual kembali setelah melahirkan. Semua bergantung pada kesiapan Anda secara fisik maupun psikis. Bila Anda belum merasa nyaman untuk melakukan hubungan seks, maka Anda dapat mendiskusikannya dengan pasangan Anda untuk mesolusikan yang terbaik. 

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar