Sukses

Bila Cairan Sperma Kurang

09 Jul 2017, 09:11 WIB
Pria, 14 tahun.

kesan sekiranya lelaki kurang madzi

Terimakasih telah bertanya tentang cairan sperma melalui fitur Tanya Dokter.

Yang Anda maksud cairan madzi atau air mani? Sebab definisi keduanya berbeda. Cairan madzi adalah cairan pra ejakulasi yang berwarna bening, kental pada pria yang terangsang secara seksual. Sedangkan air mani adalah cairan ejakulat yang keluar ketika seorang pria mengalami klimaks dalam hubungan intim atau aktivitas seksual.

Baca: Makna Cairan Pra Ejakulasi.

Kualitas dan volume sperma biasanya dikaitkan dengan air mani. 

Kualitas sperma ditentukan oleh jumlah, pergerakan dan bentuk sperma.

  • Jumlah. Seorang pria dianggap subur/fertil apabila jumlah spermanya paling sedikit 15 juta/mL per kali ejakulasi. 
  • Pergerakan/motilitas. Agar dapat mencapai dan membuahi sel telur, sperma harus berenang melalui saluran reproduksi wanita yang berkelok-kelok, hal ini disebut dengan motilitas. Seorang pria dianggap subur/baik apabila paling sedikit 40% sperma bergerak dan gerakannya cepat dan lurus.
  • Bentuk/morfologi. Sperma normal memiliki kepala yang lonjong dan ekor yang panjang. Walaupun ini merupakan faktor yang kurang penting dibandingkan jumlah dan pergerakan, seorang pria dianggap lebih subur bila sebagian besar sperma bentuknya normal.

Berbagai macam kondisi dapat mempengaruhi kesuburan pria, yaitu:

  • Gangguan di pusat hormon di otak (bagian otak yang memberi sinyal untuk memproduksi hormon pria/testosteron dan sperma)
  • Penyakit pada testis/buah zakar
  • Gangguan transport sperma
  • Usia juga dapat berperan. Kemampuan sperma bergerak dan proporsi sperma yang normal cenderung menurun dengan bertambahnya usia. Dari penelitian didapatkan bahwa pria pada pertengahan usia 30-an dan awal 40-an lebih sulit mencapai kehamilan daripada pria yang lebih muda.

Berikut adalah cara-cara alami untuk memproduksi sperma yang sehat:

  • Pertahankan berat badan yang sehat/ideal. Berat badan yang berlebih berhubungan dengan menurunnya jumlah sperma dan pergerakan sperma.
  • Konsumsi makanan yang sehat. Makanlah berbagai macam sayur dan buah, yang kaya antioksidan, sehingga dapat memperbaiki kesehatan sperma.
  • Cegah infeksi menular seksual. Infeksi seperti klamidia dan gonore/kencing nanah, merupakan salah satu sebab ketidaksuburan pria. Karena itu, dihimbau agar setia pada satu pasangan seksual dan gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.
  • Kelola stres. Stres dapat menurunkan fungsi seksual dan mengganggu hormon yang diperlukan untuk memproduksi sperma.
  • Bergerak. Aktivitas fisik sedang dapat meningkatkan enzim yang bersifat antioksidan, sehingga melindungi sperma dari kerusakan.
  • Hindari merokok. Jumlah sperma pria yang merokok cenderung lebih sedikit daripada yang tidak. Selain itu asap rokok juga menurunkan pergerakan sperma dan membuat bentuknya abnormal.
  • Batasi konsumsi alkohol. Alkohol yang berlebihan dapat menurunkan produksi testosteron, menyebabkan impotensi dan menurunkan produksi sperma.
  • Obat-obatan seperti obat kemoterapi, obat darah tinggi tertentu, antidepresan, antiandrogen, dan steroid anabolik dapat menganggu kesuburan. 
  • Waspada racun. Paparan terhadap pestisida, timbal, dan racun lain dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma. Gunakan selalu pakaian dan alat pelindung apabila harus berkontakan dengan bahan-bahan kimia.
  • Usahakan area kelamin pada suhu yang nyaman. Suhu yang terlalu tinggi dapat mengganggu produksi sperma. Salah satu caranya dengan menggunakan pakaian dalam yang tidak ketat, kurangi waktu duduk, hindari sauna, serta membatasi paparan testis terhadap benda-benda yang hangat (seperti laptop).

 

Baca juga: Catat! 10 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Jumlah Sperma

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar cairan sperma. Semoga bermanfaat. (FA)

 

0 Komentar

Belum ada komentar