Sukses

Perlukah Kuretase pada Blighted Ovum?

08 Jul 2017, 15:54 WIB
Pria, 24 tahun.

Mlm dok,, Saya mau tanya istri saya kemarin periksa kehamilan usia kehamilan nya 7wk tapi belum terdeteksi detak jatung kemudian dokter bilang kehamilan nya BO dan menyarankan untuk dikuret minggu ini, apa memang harus secepat ini dok. Istri sya semalaman nangis dan melamun. Saya bingung apa yang harus saya lakukan.

Terimakasih telah bertanya tentang kuretase pada blighted ovum melalui fitur Tanya Dokter.

Kami turut prihatin akan kondisi yang dialami oleh Anda dan istri. Tentunya hal ini tidak mudah, terlebih bila Anda dan istri telah lama menunggu untuk bisa memiliki keturunan.

Blighted ovum (BO) terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi sel sperma menempel pada dinding rahim namun tidak berkembang menjadi embrio. Blighted ovum disebut juga dengan kehamilan kosong dan menyebabkan keguguran. Kadang terjadi bahkan sebelum seseorang menyadari dirinya hamil.

Ciri dari hamil BO dari USG yaitu kantong kehamilan lebih dari 13 mm tanpa yolk sac (kantung kuning telur) atau lebih dari 18 mm tanpa kutub embrio, atau kantung kehamilan kosong pada usia kehamilan 38 hari dan tidak ada tanda-tanda pertumbuhan setelah 1 minggu.

Pada usia kehamilan 6-8 minggu, detak jantung janin sudah bisa terdengar dan ini menjadi tanda utama bahwa seorang wanita mengandung janin yang hidup dan berkembang. Jika hal ini tidak ada memang kemungkinan besar janin tidak berkembang atau mengalami blighted ovum. Blighted ovum ini terjadi karena ada masalah pada kromosom, struktur yang membawa gen-gen. Ini bisa disebabkan karena kualitas sperma maupun sel telur yang kurang baik, atau akibat pembelahan sel yang tidak normal. Pada prinsipnya tubuh menghentikan kehamilan karena mengenali kelainan yang terjadi.

Tanpa kuretase, blighted ovum nantinya akan menimbulkan keguguran secara spontan. Faktanya, sebanyak 50% keguguran spontan pada trimester pertama kehamilan disebabkan oleh blighted ovum.

Bila keguguran spontan belum terjadi dan dokter melalui USG telah menyatakan janin tidak berkembang, prosedur kuretase dapat dilakukan segera setelahnya. Namun demikian, bila istri Anda tidak siap untuk melakukannya secepat itu, dapat ditunggu hingga terjadi keguguran spontan. Namun demikian, keguguran spontan biasanya lebih banyak mengeluarkan darah dan menimbulkan gejala yang kurang nyaman seperti nyeri perut dan lemas.

Saat ini, sepertinya istri Anda membutuhkan dukungan dan ketenangan untuk bisa menerima yang telah terjadi. Karena itu, berikan dahulu waktu agar emosi dan kondisi istri Anda membaik. Menunda kuretase selama beberapa hari tidak berbahaya. Beritahukan pula kepada dokter kandungan yang merawat, apa yang Anda dan istri pilih, kuretase atau menunggu hingga keguguran sponta terjadi. Sebab, semua pilihan ada untung ruginya masing-masing.

Perlu diingat pula bahwa bukan salah Anda atau suami ketika blighted ovum terjadi, dan tidak ada hal yang dapat mencegahnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar kuretase pada blighted ovum. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar