Sukses

Frekuensi Haid Sering dan Jumlahnya Banyak

08 Jul 2017, 04:39 WIB
Pria, 22 tahun.

Saya adalah seorang mahasiswi yg memiliki riwayat berganti lawan jenis bercinta. Baru mulai sekitaran maret lalu. Lalu pd bulan mei diduga terkena isk (ini posisinya hanya bermain dengan 1 pasangan) saja. Sempat ditangani oleh dokter dan sudah hilang nyerinya namun saya tdk menghabiskan obatnya. Selang beberapa minggu saya kembali merasakan nyeri saat kencing disertai bau tak sedap hingga kini. Lalu saat awal juni saya berhubungan kembali saat beres haid. Selang 2 minggu kami bermain lagi tp sudah haid lagi pdhl siklus saya 24hari, dan haid hanya berlangsung 3 hari dlm jumlah sedikit. Hari ke 3 lebaran saya haid kembali dengan darah yg cukup penuh disertai nyeri kram perut dan panas tubuh. Dan kemaren, saya kecelakaan di ruas jalan tol, hanya luka lebam dan radang telinga sebelah namun setelahnya saya jd mengeluarkan sangat banyak darah haid hingga buat saya lemas. Mohon bantuannya dokter ūüôŹ Terimakasih

Terimakasih telah bertanya tentang menoragia melalui fitur Tanya Dokter.

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. 

Dari deskripsi Anda, yang Anda alami disebut dengan polimenorea, yaitu kondisi di mana haid 2 kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah perdarahan yang relatif sama. Dengan demikian, siklus menstruasi Anda lebih pendek dari 21 hari.

Di samping itu, sepertinya Anda juga mengalami menoragia, di mana jumlah darah haid berlebihan, dan dapat lebih dari 7 hari. Menoragia juga biasanya disertai dengan nyeri haid yang mengganggu (dismenorea). Menoragia ini dapat menimbulkan anemia (kekurangan darah) sehingga badan terasa lemas.

Anda dikatakan mengalami menoragia apabila:

  • Mengalami perdarahan hebat sehingga harus mengganti pembalut lebih dari 5 kali sehari
  • Mengeluarkan gumpalan darah saat haid
  • Waktu perdarahan haid lebih dari 7 hari

Menoragia disebabkan oleh banyak hal, yaitu:

  • Ketidakseimbangan hormon estrogen dengan progesteron yang umumnya terjadi pada masa pubertas dan menopause. Ketidakseimbangan hormon juga bisa terjadi bila terdapat masalah pada fungsi ovarium (indung telur).
  • Mioma uteri atau tumor jinak dalam rahim. Tumor ini umumnya muncul pada usia reproduksi.
  • Keguguran atau kehamilan ektopik, yaitu kehamilan di luar kandungan.
  • Penggunaan obat-obat pengencer darah.
  • Efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD).
  • Adenomiosis, yaitu kondisi di mana kelenjar di dalam dinding rahim melekat pada otot rahim. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita usia paruh baya yang teleh memiliki anak. Salah satu ciri lainnya adalah nyeri perut hebat yang menyertai haid.
  • Penyakit radang panggul, yaitu infeksi pada organ kandungan.
  • Kanker rahim, ovarium, dan serviks (walaupun sangat jarang menyebabkan haid berlebihan).
  • Kondisi medis lain yang mengganggu pembekuan darah, seperti gangguan pada hati, ginjal, tiroid, dan kelainan pembekuan darah.

Kami sertakan pula artikel yang dapat Anda baca Ketika Haid Terlalu Banyak: Menoragia.

Bila perdarahan yang dialami tak kunjung berhenti atau kondisi ini sering berulang, kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan (SpOG) agar diketahui penyebab dari menoragia yang dialami serta mendapatkan penanganan yang optimal. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar menoragia. Semoga bermanfaat. (FA)

 

0 Komentar

Belum ada komentar