Sukses

Nyeri Vagina dan Keluar Cairan Berwarna Kuning Pekat

08 Jul 2017, 01:38 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dok, saya mau tanya. Kenapa mulai kemaren kemaluan saya terasa nyeri dan mengeluarkan cairan yang berwarna kuning pekat? Terima kasih.

Terima kasih telah bertanya seputar menstruasi yang ireguler dan nyeri melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Berikut ini 5 penyebab nyeri pada vagina Anda.

1. Herpes

Herpes merupakan suatu penyakit menular seksual yang dapat terjadi pada wanita. Wanita yang mengalami herpes biasanya mengalami nyeri pada vagina disertai dengan adanya luka. Jika Anda tiba - tiba mengalami benjolan atau luka pada vagina, sebaiknya segeralah berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

2. Infeksi jamur

Walaupun tidak selalu menyebabkan nyeri pada vagina, infeksi jamur biasanya memberikan gejala gatal dan kering pada vagina yang seringkali dirasakan sebagai nyeri. Hindari area selangkangan yang lembab karena dapat memicu terjadinya infeksi jamur.

3. Kekeringan pada vagina

Anda mungkin mengira bahwa vagina yang kering hanya merupakan masalah wanita yang sudah mengalami menopause. Namun ternyata beberapa wanita yang mengonsumsi pil KB juga seringkali mengalami kekeringan pada vagina sehingga menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual. Jika Anda merasakan bahwa vagina Anda tidak mengeluarkan cukup "pelumas" sewaktu berhubungan seks, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter.

4. Endometriosis atau Pelvic Inflammatory Disease

Jika Anda mengalami nyeri saat berhubungan seks dan nyeri saat haid, bisa jadi Anda mengalami endometriosis (jaringan yang melapisi rahim tumbuh di tempat yang lain) atau pelvic inflammatory disease (infeksi organ reproduksi wanita). Pada kedua kasus ini biasanya pasien mengeluh adanya nyeri pada vagina. Selain itu biasanya disertai juga dengan perdarahan dari vagina.

5. Vulvodynia

Sekitar 9% wanita akan mengalami nyeri ini selama hidupnya. Vulvodynia atau nyeri pada vagina seringkali dialami sewaktu berhubungan seksual, memasukkan tampon atau timbul spontan tanpa adanya penyebab. Jika Anda mengalami hal ini, biasanya dokter akan memberikan obat penghilang rasa nyeri.

Bila terjadi keputihan, maka harus dibedakan keputihan yang normal atau pun abnormal. Keputihan terbagi atas dua jenis, yakni keputihan normal maupun abnormal. Dalam keadaan normal cairan vagina berwarna jernih dan tidak berbau ataupun gatal. Namun ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, serta disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll), maka menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal.

Ciri Keputihan Abnormal dan Penyebabnya

Anda perlu merasa khawatir dan segera mengunjungi dokter jika menemukan keputihan Anda mengalami ciri-ciri seperti di bawah ini:

Keputihan yang disebabkan infeksi Jamur (Kandidosis vulvovaginalis)
Keputihan berwarna putih kekuningan berupa gumpalan-gumpalan seperti kepala susu. Terasa sangat gatal, panas dan menyebabkan nyeri setelah berkemih dan nyeri saat berhubungan seksual.

Keputihan yang disebabkan infeksi Parasit (Trikomoniasis)
Keputihan berwarna kuning kehijauan, bentuknya kental, berbau tidak enak dan berbusa. Keluhan lain yang dapat menyertai adalah adanya rasa nyeri saat berhubungan seksual, perdarahan setelah berhubungan seksual dan perdarahan di luar siklus menstruasi.

Keputihan yang disebabkan infeksi bakteri (Bakterial vaginosis)
Keputihan berwarna keabu-abuan, bentuknya agak encer, berbau amis dan jarang berbusa. Bau amis lebih menusuk setelah berhubungan seksual dan menyebabkan darah menstruasi berbau tidak normal. Keluhan lain yang dapat menyertai adalah rasa gatal dan terbakar pada daerah kemaluan.

Pertanda Kanker
Keputihan berwarna kecoklatan, terdapat bercak darah dan berbau busuk. Keputihan dapat berlangsung dalam waktu lama, tidak respon terhadap pengobatan apapun dan dapat disertai rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Vaginitis karena Alergi/Iritasi Bahan Kimia (krim, cairan, bahan semprot, wewangian)
Keputihan akan menjadi lebih banyak, berwarna kuning keputihan, dapat encer atau kental. Keluhan yang dapat menyertai adalah rasa gatal, terbakar, nyeri dan kemerahan pada daerah kemaluan.

Kesimpulannya adalah jika Anda mengalami nyeri pada vagina terlebih jika nyeri tersebut tidak hilang dengan sendirinya dan berlangsung selama berhari - hari, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai menstruasi tidak teratur. Semoga bermanfaat. Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar