Sukses

Plasenta Akreta, Ari-ari yang Menempel ke Rahim
07 Jul 2017, 03:46 WIB
Wanita, 28 tahun.

Dokter saya sekarang sedang hamil anak 3 dan usia kandungan saya sudah masuk 6 minggu.. Dan pertanyaan saya apakah riwayat ari2 nempel akan terjadi lagi untuk kelahirana anak saya yg k3 karna sebelumnya untuk anak saya yg p1 dan k2 mengalami hal yang sama? Apakah benar ada pengaruh dari makanan atau minuman untuk riwayat ari2 nempel ini? Terima Kasih sebelumnya dan mohon untuk di jawab atas pertanyaannya.

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter untuk menanyakan tentang ari-ari menempel di rahim.

Plasenta (ari-ari) melekat erat pada uterus (rahim) sehingga dibutuhkan pengangkatan rahim kemungkinan besar disebabkan oleh plasenta accreta. Plasenta accreta adalah invasi plasenta yang cukup dalam pada dinding rahim tetapi tidak menembus otot rahim. Bila menembus otot rahim, disebut dengan plasenta increta. Bila lebih dalam lagi hingga ke selaput pembungkus rahim (lapisan serosa), maka disebut dengan plasenta perkreta. Invasi yang dalam pada rahim inilah yang menyebabkan plasenta tidak dapat lepas atau keluar setelah melahirkan, baik secara normal ataupun sectio caesaria. Kondisi tersebut mengharuskan pengangkatan rahim bila perdarahan terjadi terus-menerus, karena dapat membahayakan nyawa ibu.

Penyebab pastinya belum diketahui. Namun plasenta accreta berhubungan erat dengan riwayat operasi caesaria sebelumnya. Semakin sering operasi caesar sebelumnya, semakin tinggi risiko plasenta accreta. Tindakan-tindakan lain yang melibatkan kandungan (uterus) seperti kuret dan miomektomi (pengangkatan miom rahim) juga meningkatkan risiko terjadinya plasenta accreta. Apakah kakak dan tante Anda sudah pernah dioperasi caesar sebelumnya? Ada juga kondisi lain yang disebut plasenta previa (letak ari-ari menutupi jalan lahir). Plasenta previa ini meningkatkan risiko terjadinya plasenta accreta.

Bila ada riwayat plasenta akreta, seorang ibu akan berisiko mengalami hal yang sama pada kehamilan berikutnya. Sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan Anda.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar