Sukses

Kolesterol dan Sakit Kepala

29 Jun 2017, 02:34 WIB
Wanita, 22 tahun.

Siang dok.. Dok mau tanya emng kalau kepala paling belakang sering sakit itu tanda ya kita terkena kolesterol ya dok, maksih

Terimakasih telahbertanya seputar kolesterol melalui fitur Tanya Dokter.

Sakit kepala sebagai tanda dari adanya kolesterol tinggi merupakan mitos. Tidak ada hubungan antara kolesterol tinggi dengan sakit kepala. Untuk mennetukan tinggi tidaknya kolesterol Anda, perlu dilakukan pemeriksaan kolesterol di labolatorium. Lebih penting lagi, apabila Anda tidak hanya memeriksa kadar kolesterol total, namun juga kolesterol HDL, LDL, dan trigliserida. Kadar ketiga panel tersebut lebih menggambarkan sesungguhnya bagaimana kondisi lemak darah dalam tubuh Anda.

Sekilas mengenai kolesterol akan kami jelaskan berikut ini.

Kolesterol merupakan zat seperti lilin yang ditemukan di dalam lemak darah Anda. Sebenarnya kolesterol sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun sel tubuh yang sehat, namun memang apabila kadarnya berlebihan dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kolesterol dibagi menjadi 2 yaitu kolesterol "baik" (HDL) dan kolesterol "jahat" (LDL). Mengetahui kadar kolesterol LDL Anda lebih penting daripada sekedar nilai kadar kolesterol total. Sebab, kolesterol LDL ini lebih bermakna dalam mengetahui faktor risiko Anda mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kolesterol sendiri berasal dari 2 sumber, dari dalam dan dari luar tubuh. Kolesterol yang dari luar tubuh, yaitu yang berasal dari makanan hanya menyumbangkan kurang lebih 30% total kolesterol dalam tubuh Anda. Sisanya, yang 70%, diproduksi oleh tubuh sendiri. Konsumsi diet tinggi kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah seseorang. Namun, ada juga orang yang tidak terpengaruh kadar kolesterolnya sekalipun ia mengkonsumsi diet yang tinggi kolesterol.

Kadar kolesterol total yang dianjurkan adalah di bawah 250 mg/dL sedangkan untuk kolesterol LDL sebaiknya di bawah 130 mg/dL dan akan lebih optimal bila dapat mencapai di bawah 100 mg/dL. Untuk kolesterol HDL, bagi wanita sebaiknya di atas 50 mg/dL. Kolesterol HDL ini, semakin tinggi semakin baik.

Untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, penting untuk membatasi konsumsi makanan seperti:

Lemak jenuh dan minyak yang terkandung dalam butter, minyak kelapa, santan. Lebih baik menggunakan minyak sayur seperti minyak zaitun atau minyak kanola.
Asam lemak trans/trans-fat (mengalami perubahan dari cair ke padat) yang terkandung dalam margarin padat, crackers/snack, kue-kue (cookies), mentega.
Daging berlemak seperti kornet, steak, daging iga, daging giling, kambing, sosis, dan produk daging olahan lainnya. Juga batasi jeroan seperti hati dan ginjal. Lebih baik konsumsi daging ayam, daging sapi tanpa lemak, dan ikan. Batasi konsumsi daging merah, ayam dan ikan tidak lebih dari 2 porsi sehari, kurang lebih 2 telapak tangan.
Batasi konsumsi kuning telur, namun bukan berarti tidak boleh sama sekali. Konsumsi kuning telur 1x sehari dapat dianggap aman untuk kadar kolesterol Anda.
Batasi produk susu full cream yang terkandung dalam keju dan krimer lainnya.
Batasi konsumsi snack seperti crackers, muffins, roti siap saji/donat. Lebih baik konsumsi roti gandum/whole grain.
Hindari makanan siap saji seperti hamburger, ayam goreng, kentang goreng karena sangat tinggi kadar lemak jenuhnya.

Dengan mengikuti saran diet di atas, diharapkan kolesterol Anda dapat turun ke rentang normal. Namun, perlu diketahui bahwa dengan menghindari/membatasi konsumsi makanan yang telah disebutkan di atas belum tentu kolesterol Anda akan turun. Sebab, seperti telah dijelaskan sebelumnya 70% berasal dari metabolisme tubuh. Apabila metabolisme tubuh cenderung tinggi menghasilkan kolesterol (dan ini bisa diwariskan secara genetik), kadarnya akan selalu lebih dari normal. Bila kadarnya membahayakan, baru dokter akan menyarankan untuk konsumsi obat penurun kolesterol.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar kolesterol. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar