Sukses

Riwayat Keluarga Diabetes dan Hipertensi

28 Jun 2017, 09:56 WIB
Wanita, 33 tahun.

Selamat siang dok saya mau tanya orangtua saya mempunyai penyakit diabetes melitus (papah saya) jantung dan darah tinggi (mamah saya) apakah saya juga akan mewarisi penyakit yang mereka derita? Memasuki usia 25th saya lebih sering pingsan,nyeri dibagian dada bahkan susah bernafas kalau saya terlalu lelah dan stress. 2th yang lalu saya melahirkan anak saya melalui operasi caesar dan dinyatakan negatif diabetes apakah saya bisa terbebas dari penyakit turunan ini kebetulan saya tidak terlalu suka makanan dan minuman yang manis dan saya suka aktif bergerak

Terima kasih sudah bertanya menggunakan fitur tanya dokter di Klikdokter.
Kami mohon maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan anda.

Tekanan darah normal adalah <120/80 mmHg. Klasifikasi tekanan darah yang dianggap normal menurut Joint National Committee (JNC) 8 yaitu:

Usia ≥ 60 tahun memiliki target tekanan darah < 150/90.

Usia < 60 tahun memiliki target tekanan darah < 140/90.

Usia > 18 tahun dengan gagal ginjal kronis memiliki target tekanan daran <140/90.

Usia > 18 tahun dengan diabetes memiliki target tekanan darah < 140/90.

Secara umum kondisi hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah sistolik seseorang >140 mmHg dan tekanan diastolik >90 mmHg (pada orang berusia <60 tahun). Berdasarkan klasifikasi JNC 8 sebetulnya tekanan darah Anda masih dalam batas normal. Memang pada klasifikasi JNC yang sebelumnya yaitu JNC 7 Tekanan darah Anda termasuk kondisi prehipertensi (menuju ke arah hipertensi).

Seseorang dapat dikatakan hipertensi jika setelah 2 kali pemeriksaan dalam 2 kali kunjungan yang berbeda didapatkan tekanan darah >140/90 mmHg. Umumnya hipertensi tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, jika tekanan darah sudah terlampau tinggi dapat menyebabkan keluhan nyeri kepala, pusing, mimisan, nyeri dada, pandangan kabur, dan sulit bernafas.

Faktor resiko yang dapat menyebabkan seseorang mengidap hipertensi yakni:

Laki laki usia diatas 55 tahun, dan diatas 65 tahun pada wanita.

Riwayat darah tinggi dalam keluarga

Obesitas dan kurang olah raga

Asupan garam terlalu tinggi

Stress

Rokok, alkohol, dan obat obat terlarang

Kondisi medis seperti diabetes, kolesterol, gangguan ginjal, gangguan tiroid, atau kelainan kelenjar adrenal

Konsumsi obat obatan tertentu seperti steroid, pil KB.

Jika keluarga Anda memiliki riwayat hipertensi, maka Anda juga memiliki kemungkinan terkena hipertensi. Namun, risiko terkena hipertensi dapat diperkecil dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur minimal 3x/minggu selama 30 menit setiap sesinya, tidak merokok/minum alkohol, menghindari makanan tinggi garam dan lemak, tidur cukup minimal 7-8 jam/hari, dan menghindari stres.

Selain itu juga perlu dilakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan 15-20 menit setelah berisitirahat, duduk tenang, dan tidak menyilangkan kaki. Hal ini penting karena setelah olahraga, aktivitas tinggi dan stres menyebabkan tekanan darah naik saat pemeriksaan, dan menimbulkan bias.

Perlu Anda ketahui bahwa diabetes dapat dicegah dengan berbagai pola hidup sehat. Izinkan kami menjelaskan tentang diabetes melitus. Diabetes melitus adalah suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif. Diabetes adalah kondisi menahun yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan/dikontrol dengan obat anti diabetes.

Jenis diabetes:

Diabetes melitus tipe 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus): biasanya bersifat genetik, pada umumnya dimiliki sejak kecil dan memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah
Diabetes melitus tipe 2 (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus): disebabkan kurangnya jumlah insulin yang dihasilkan tubuh dan berkurangnya sensitifitas jaringan terhadap hormon insulin (resistensis insulin). Insulin sendiri adalah hormon yang membawa glukosa dari darah masuk se dalam sel-sel tubuh dan dihasilkan oleh sel-sel beta di pankreas.
Diabetes gestasional
Diabetes insipidus.
Gejala klasik diabetes adalah polidipsi (mudah haus), polifagia (mudah lapar), poliuria (sering BAK), bisa juga disertai penurunan berat badan.

Untuk mendiagnosis diabetes, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan kadar gula darah (sewaktu dan puasa). Diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti hipertensi, katarak, kebutaan, gangguan jantung, gagal ginjal, dan lain lain.

Faktor pemicu dari diabetes disebutkan bahwa penyakit diabetes paling sering akibat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Namun, tidak semua anak dengan orang tua yang diabetes pasti 100% akan mengalami diabetes juga.

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi:

Riwayat keluarga dengan diabetes
Umur: risiko diabetes melitus meningkat seiring meningkatnya usia.
Riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir bayi >4000 gram atau pernah menderita DM saat hamil (DM gestasional)
Riwayat lahir dengan berat badan rendah (< 2,5 kg)
Faktor risiko yang dapat dimodifikasi:

Overweight/berat badan lebih (Indeks massa tubuh > 23kg/m2)
Aktivitas fisik kurang
Merokok
Hipertensi (TD > 140/90 mmHg)
Dislipidemia atau kadar kolesterol abnormal (HDL <35 mg/dL, trigliserida > 250 mg/dL)
Diet tidak sehat: makanan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan risiko DM
Polycystic ovary syndrome (PCOS)
Faktor risiko-faktor risiko tersebut bisa diubah (dimodifikasi) dengan menerapkan pola hidup sehat, lebih banyak makan sayur dan buah, olahraga teratur minimal 3x/minggu selama 30 menit setiap sesinya, tidak merokok atau minum alkohol, menurunkan berat badan (jika berat badan berlebih), dan sebagainya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar