Sukses

Diare pada anak

23 Jun 2017, 12:38 WIB
Wanita, 28 tahun.

Sore dok, Saya mau tanya, anak saya 16 bulan saat ini sedang diare disertai demam. Semalam pupnya cair dan sedikit ampas tetapi berwarna kuning, hr ini pup ada ampas berwarna hijau dan berlendir. Sudah 3 hari ini tidak mau makan.. Kira2 gejala apa yg dialami anak saya ya dok? Dan bagaimana cara mengatasinya. Oh iya, semalam saya coba berikan lacto B yg dicampur di susunya 2x, tapi anak saya muntah. Akhirnya tdk saya berikan lagi krn saya pikir tidak cocok. Terima kasih atas tanggapannya.

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami Memahami kekhawatiran Anda. Apakah keluhan demam, mual, muntah, sulit makan, atau sulit minum? Apakah ada darah/lendir? Warna apakah mencret anak anda? Apakah masih ada ampas atau hanya air saja?

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir. Biasanya dengan adanya lendir itu sudah ada infeksi dari parasit (disentri).

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam.

Diare pada anak perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi (kekurangan cairan) akibat diare. Yang diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun. Obat lain yang digunakan untuk mengatasi diare pada anak menurut WHO adalah zink. Dosis zink disesuaikan dengan usia.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus. Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan, segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah ke dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar