Sukses

Infeksi Saluran Kemih

23 Jun 2017, 10:01 WIB
Pria, 21 tahun.

Permisi,dok.Saya ingin bertanya mengenai penyakit kelamin.Saya sudah 15 tahun mengalami penyakit kelamin.Penyakit tersebut adalah sering menetes saat setelah kencing.Namun,makin didiamkan beberapa tahun,makin kesini-sini malah semakin kadang sakit dan sedikit panas di bagian perut bawah seperti ingin buang air kecil lagi setelah buang air kecil.Saya takut bahwa saya menderita infeksi saluran kemih atau kanker prostat.Saya sebelumnya pernah menahan kencing,dan akhirnya saya mulai merasakan penyakit tersebut.Oleh karena itu,saya mohon bantuan dokter untuk membantu menjawab pertanyaan saya.Saya mungkin bisa berobat dan konsultasi mengenai hal tersebut.Sekian,Terima kasih atas waktunya.

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami Memahami kekhawatiran Anda. Sepertinya yang Anda alami adalah suatu bentuk infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, BAK sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing.

Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. ISK lebih mudah terjadi pada wanita karena wanita daripada pria. Secara umum, penyakit ini tidak menular. ISK disebabkan oleh beberapa jenis kuman penyakit, dan beberapa diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK.

Karena penyakit ini sudah lama dan tidak sembuh-sembuh, kami sarankan untuk konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin/penyakit dalam untuk diberikan obat yang terbaik.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar