Sukses

Berbagai Pertanyaan Seputar Prosedur Injeksi Obat

23 Jun 2017, 06:41 WIB
Wanita, 22 tahun.

Pagi dok, dok saya ingin bertanya tentang 4hal dan pertanyaan saya ada di dalam cerita dibawah yang saya tandai dengan nomor dan dalam kurung ( ....) .mohon bantuan dan penjelasannya dok. 3 hari yang lalu saya cek fungsi ginjal di bio tes atas rujukan dokter yang menangani saya di salah satu klinik kecantikan di bandung, 2 hari setelah cek lab saya bawa hasilnya ke klinik dan di baca oleh dokter , kata dokter hasil nya bagus walau urea n di bawah dari nilai rujukan tapi itu tidak menjadi masalah katanya. Lalu saya langsung di jemput tenanga medis lainnya untuk ke ruangan lainnya untuk melakukan injeksi vit c .padahal saya pikir dokter nya yang akan langsung meng injek nya ternyata sama mbak mbak yang kata dokteer nya sih ahli medis, lalu di ruangan sebelah saya di tensi dan hasil nya 110 per berapa gitu aku lupa .tapi kata mbak nya normal kok. Nah lalu saya di suruh berbaring dan mbak nya mulai membersihkan kulit lengan atas sebelah kanan untuk di suntikan . Saat jarum masuk terasa sakit menurut saya apa lagi ini pertama kali nya bagi saya karna memang saya takut jarum. Setelah jarum masuk rasa sakit mulai hilang dan saya merasa nyaman, namun beberapa detik kemudian saya mengeluh sakit lalu mbak nya segera mencabut jarum nya dan membersihkan bekas suntikan itu. Dia pun pindah posisi kini dia mulai kembali memasukan jarum yang tadi (1.tanpa di ganti.apa tdk apa apa?) namun sekarang pada lengan atas saya sebelah kiri .sama seperti tadi saya merasa sakit saat jarum mulai masuk kemudian hilang rasa skit nya dan saya mulai merasa nyaman lagi lagi beberapa detik kemudian saya mengeluh sakit dan mbak nya segera mencabut jarum dari lengan saya dan membersihkan bekas suntikannya. Lalu dia kembali ke sisi saya sebelah kanan seperti sedang kebingungan mencari pembuluh darah saya yang akan di suntikan,.saya bertanya kenapa kok jadi terasa sakit mbak nya bilang bahwa jarum nya sudah masuk dengan benar ke pembuluh darah namun tiba tiba keluar (2.saya tidak mengerti dengan penjelasan mbak nya) Lalu mbak nya memanggil dokter yang menangani saya , dokter pun datang dan menenangkan saya agar tidak usah tegang, dia menjelaskan bahwa ini normal terjadi karna nadi itu berdenyut bergerak dan bisa berubah posisi (3.apakah itu benar dok saya ingin second opinion dari dokter yg membaca ini) Lalu si dokter dan mbak nya meraba raba tangan saya seperti sedang mencari pembuluh darah lainnya dokter bilang pembuluh darah lainnya tidak kelihatan kata nya ini faktor karna sedang puasa (4.benar kah dok?) Lalu saya di suruh istirahat sesaat, merka pun meninggalkan ruangan saya berbaring di ruangan itu sendirian selama 13 menit lalù datang mbak2 yang tdi bersam tenaga medis lainnya yang baru masuk jam kerja. Lalu mbak yg baru datang itu mencoba menyuntikan vit c di punggung tangan saya sebelah kanan namun gagal kemudian pindah ke tangan saya sebelih kiri ,kini dia memasukan jarum ke kulit tangan atas dekat pergelangan tangan searah dengan jempol alhamdulilah kali ini sukses. Sekian dok pertanyaan saya .terimakasih atas balasannya

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda:

  1. Jarum yang ditusukkan di tempat lain tanpa diganti. Hal ini diperbolehkan selama sebelumya telah melakukan tindakan asepsis (yaitu membersihkan permukaan kulit dengan kapas alkohol). Dengan begitu, dapat dijamin bahwa kulit yang ditusukkan jarum telah steril dari bakteri.
  2. Bekas suntikan yang terasa sakit adalah akibat tusukan pada kulit dan bukan pembuluh darah. Pada yang ahli mengambil darah atau menginjeksikan obat, tusukan ini tidak terlalu terasa sakit. Di samping itu, persepsi sakit juga tergantung pada individu masing-masing.
  3. Ada 2 pembuluh darah, yaitu pembuluh vena dan nadi (arteri). Pembuluh vena tidak berdenyut dan pembuluh nadi berdenyut. Obat-obatan biasanya diinjeksikan ke dalam pembuluh vena yang tidak berdenyut. Posisi pembuluh darah tidak mudah berubah sebab ada jaringan pengikat di sekitar pembuluh darah. Namun demikian, pembuluh darah kadangkala sulit dicari bila posisinya agak dalam dan cenderung tipis. Perlu manipulasi dengan turniket (yaitu mengikat daerah di atas pembuluh darah yang dicari) agar terjadi bendungan darah yang membuat pembuluh darah lebih mudah teraba/terlihat.
  4. Puasa kadang dapat mempengaruhi teraba atau tidaknya pembuluh darah oleh karena terjadi dehidrasi/kekurangan cairan. Kekurangan cairan membuat volume darah berkurang sehingga pembuluh darah lebih sulit teraba/terlihat.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar