Sukses

Nyeri Setelah Haid dan Keputihan Setelah Haid

18 Jun 2017, 00:03 WIB
Pria, 16 tahun.

Kenapa sakit nyeri setelah haid terlalu berlebihan dan keputihan

Terima kasih telah bertanya seputar nyeri dan keputihan setelah haid melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Izinkan kami untuk menjawab pertanyaan Anda dalam 2 bagian.

Nyeri Setelah Haid

Rasa sakit yang timbul setiap kali datang bulan sering dialami oleh banyak wanita. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di perut bagian bawah yang timbul setiap hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin
  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsung lebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa penyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.

Apabila dismenorea yang dirasakan adalah dismenorea primer maka tidak akan ada masalah, namun apabila penyebabnya adalah dismenorea sekunder, maka ada kemungkinan faktor penyebab tersebut perlu diteliti lebih lanjut melalui pemeriksaan fisik dan penunjang yag diperlukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Keputihan Setelah Haid

Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti menjelang atau setelah menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Dengan demikian jelas, bahwa keluarnya cairan vagina setelah periode menstruasi merupakan hal yang wajar ditemukan. Selama cairan tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir.

Untuk itu beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:

  • Hindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat dan sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Jika ingin menggunakan panty liner, pilihlah panty liner yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Hindari penggunaan produk pembersih kemaluan karena dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila membilas setelah buang air kecil, lakukan dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk

Apabila cairan yang keluar tampak berwarna, berbau, bahkan mulai menimbulkan keluhan yang mengganggu seperti gatal dan rasa terbakar pada kemaluan, kami menyarankan Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai nyeri dan keputihan setelah haid. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar