Sukses

Fase REM Saat Tidur

17 Jun 2017, 18:40 WIB
Pria, 25 tahun.

Dokter kenapa ketika tidur gerakan mata bergerak?

Terima kasih telah bertanya mengenai fase REM saat tidur menggunakan fitur Tanya Dokter.

Salah satu fase dari proses tidur adalah fase rapid eye movement (REM), yang merupakan fase di mana kelopak mata tampak bergerak. Berikut kami lampirkan kutipan dari salah satu artikel di situs KlikDokter yang membahas mengenai fase REM saat tidur:

Bangun pagi dengan perasaan lelah dan pusing? Keadaan yang lumayan sering terjadi acapkali menghambat ‘mood’ di awal hari. Katakan kita memang nyenyak dalam tidur kita, tetapi apakah hasil tidur istirahat Anda malah justru membuat badan menjadi lelah? Jika ‘iya’, artinya tidur Anda kurang berkualitas.
Bagaimana mendapatkan tidur yang berkualitas? Tidur yang sehat dan berkualitas bukan dari berapa lama kita tidur. Secara garis besar, tidur pada manusia dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu tidur REM (Rapid Eye Movement) dan tidur non-REM (NREM). Satu siklus tidur rata-rata memerlukan waktu 90 menit, dimulai dari fase 1 (fase tidur dangkal), melewati fase 4 yang lebih dalam, kemudian berlanjut ke tahap REM saat timbul mimpi.
Masing-masing tahapan tidur tersebut penting untuk kualitas tidur seseorang, terutama pada tahap REM dan fase tidur dalam, di mana terjadi proses pengaturan memori, emosi, dan stres. Kurangnya fase/tahap tidur ini dapat menyebabkan penurunan kualitas tidur seseorang sehingga mereka cenderung akan tidur lebih lama sebagai upaya untuk memperbaikinya.
Dengan demikian, kualitas tidur seseorang sebenarnya dapat diperbaiki dengan mengoptimalkan tahapan tidur REM. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan beberapa tips berikut:
Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein saat sore hingga malam hari
Biasakan diri untuk berolahraga teratur, tidak merokok, hindari konsumsi alkohol, narkotik, dsb
Cobalah mengatur pola tidur Anda. Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya, bahkan ketika hari libur. Dan jangan terlalu lama tidur di siang hari.
Buatlah suasana yang efektif dan efisien untuk tidur. Tempat tidur hanya untuk tidur. Hindari melakukan aktivitas selain tidur di tempat tidur. Buatlah diri Anda senyaman mungkin untuk tidur, seperti dengan penggunaan lampu tidur, penutup mata, menghindari suara bising, dsb.
Hindari penggunaan obat tidur, terutama tanpa anjuran dokter. Obat tidur hanya efektif untuk sementara dan penggunaan yang berlebihan justru akan membuat penurunan efektivitas obat tersebut. Terapi terbaik adalah dengan mengatasi penyebabnya, bukan gejala. Selama penyebab yang mendasari masih ada, Anda akan terus mengalami gangguan tidur.
Relaksasi. Buat diri Anda serileks mungkin, seperti dengan meditasi atau yoga.
Berpikir positif. Jika Anda memiliki masalah psikologis, cobalah untuk menerima dan menghadapinya. Setiap manusia tidak luput dari cobaan sebagai proses menuju kedewasaan. Cobalah bertukar pikiran dengan keluarga atau sahabat Anda mengenai masalah yang sedang Anda hadapi. Berpikir positif terhadap hidup yang Anda jalani saat ini, karena pola pikir seseorang sangat memengaruhi caranya dalam bersikap dan bertindak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai fase REM saat tidur, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar