Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Keluar Cairan Lendir Bercampur Darah dari Vagina

16 Jun 2017, 20:16 WIB
Pria, 26 tahun.

doktor sy ada masalah,kitaran haid sy biasanya normal tp bulan nie 8 hari sebelum sy haid,vagina sy mengluarkan lendir bercampur darah,sy tidak mengalami kegatalan pada vagina sy,cuma sebelum keluar lendir bercampur darah sy ada rasakan nyeri di bahagian perut,tolong doktor apakah masalah sy alami ini teruk,

Terima kasih sudah bertanya menggunakan fitur tanya dokter di Klikdokter.
Kami mohon maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan anda.


Keputihan atau dalam bahasa medis disebut fluor albus, adalah cairan (bukan darah) yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti di sekitar masa menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Dengan demikian jelas, bahwa keluarnya cairan dari vagina merupakan hal yang wajar ditemukan setelah menstruasi. Selama cairan vagina tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir. Namun Anda mengatakan bahwa keputihan yang Anda alami saat ini berwarna kuning kecoklatan hingga bercampur darah. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa darah bukan termasuk dalam definisi keputihan sehingga perlu diyakinkan kembali apakah darah tersebut timbul akibat iritasi/trauma/infeksi pada alat genitalia Anda ataukah merupakan perdarahan dari organ reproduksi yang lebih dalam (rahim). Untuk itu janganlah takut untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda karena terapi optimal baru dapat diberikan setelah diketahui penyebabnya.

Pernahkah Anda melakukan hubungan seksual sebelumnya? Apabila belum, maka tentunya dokter tidak akan memasukkan alat apapun ke dalam liang kemaluan Anda. Cukup dengan melihat alat genitalia luar Anda, mengambil cairan keputihan Anda untuk pemeriksaan kuman, dan melakukan pemeriksaan USG apabila diperlukan. Adapun infeksi kuman tertentu penyebab keputihan yang lama tidak diobati memang dapat menyebabkan penjalaran infeksi kuman tersebut ke organ reproduksi yang lebih dalam dan memengaruhi kesuburan. Apabila dari pemeriksaan cairan keputihan benar ditemukan adanya infeksi, maka dokter akan memberikan Anda terapi antikuman yang disesuaikan dengan kuman penyebabnya, begitu pula dengan hasil pemeriksaan lainnya. Bagaimanapun, sebaik-baiknya terapi adalah disesuaikan dengan penyebabnya. Adapun beberapa hal yang perlu mendapat perhatian yaitu:

  • sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • hindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • hindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan Anda
  • bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui keputihan Anda disebabkan oleh apa dan untuk mengetahui kondisi kesehatan organ kewanitaan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar