Sukses

Cuci Darah pada Gagal Ginjal

16 Jun 2017, 14:25 WIB
Wanita, 40 tahun.

Dok Suami saya sdh HD 5 kali kreatinin 4.6 ureum 58 apa bisa untuk tdk HD lagi ??

Terima kasih telah bertanya tentang Cuci Darah pada Gagal Ginjal melalui fitur Tanya Dokter

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Ginjal merupakan sepasang organ di dalam tubuh yang berfungsi di dalam metabolisme racun yang terdapat di dalam darah dan mengeluarkannya via urin. Ginjal sendiri juga berfungsi sebagai absorpsi atau penyerapan beberapa zat dan mineral tertentu dalam tubuh. Penyakit gagal ginjal terbagi menjadi gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal kronik terbagi menjadi 5 Stadium yang dibagi berdasarkan Laju Filtrasi Glomerolus.

* Stadium 1 (Kerusakan ginjal dengan LFG normal (90 atau lebih)).
* Stadium 2 (Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada LFG (60-89)).
* Stadium 3 (Penurunan lanjut pada LFG (30-59)).
* Stadium 4 (Penurunan berat pada LFG (15-29)).
* Stadium 5. (Gagal ginjal terminal (LFG dibawah 15)).

Saat ginjal kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan membutuhkan tindakan cuci darah atau pencangkokan ginjal sebagai terapi pengganti ginjal.

Hemodialisa adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang paling banyak dipilih oleh para penderita GGT. Pada prinsipnya terapi hemodialisa adalah untuk menggantikan kerja dari ginjal yaitu menyaring dan membuang sisa – sisa metabolisme dan kelebihan cairan, membantu menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh serta membantu menjaga tekanan darah. Bahasa awam hemodialisa adalah cuci darah. Gangguan ginjal atau gagal ginjal kronik tahap akhir atau tahap 5 (sudah dilakukan cuci darah), berarti kedua ginjal tidak mampu lagi berfungsi sempurna yang mengakibatkan tumpukan hasil sisa metabolisme di dalam tubuh yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Untuk mengetahui derajat dari kerusakan ginjal diperlukan pedoman dari hasil lab yaitu melihat dari creatinin dan ureum baru kita dapat menghitung LFG (laju filtrasi glomerulus). Pada gagal ginjal yang tahap akhir memang obatnya hanya dengan cuci darah berserta diet yang tepat. Namun bisa juga dilakukan transplantasi ginjal. Untuk sembuh memang sulit oleh karena sudah terjadi kerusakaan ginjal yang berat.

Karena itu apabila Anda bertanya apakah seorang yang sudah cuci darah perlu dilakukan seumur hidup, maka jawabannya adalah tergantung derajat keparahan penyakit ginjal. Jika penyakit ginjalnya sudah tahap akhir, maka cuci darah akan dilakukan seterusnya. Untuk memperhitungkan derajat gagal ginjal, selain ureum dan kreatinin darah, diperlukan juga informasi berat badan dan usia suami Ibu. Hal ini ada baiknya Anda diskusikan langsung dengan dokter penyakit dalam yang menangani suami Ibu.

Terlambat cuci darah maka berisiko menimbulkan berbagai gejala akibat tertahannya bahan yang seharusnya terbuang melalui cuci darah. Gejala pasien bisa bervariasi, namun dapat berupa sesak nafas, atau penurunan kesadaran. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan terkait Cuci Darah pada Gagal Ginjal. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar