Sukses

Jerawat atau Alergi

15 Jun 2017, 03:57 WIB
Wanita, 25 tahun.

Selamat mlm dok.. saya satu bulan ini mngalami msalah kulit di wajah.. selama ini saya tidak berjerawat, klau ada itupun ketika haid, namun skrg saya berjerawat, tpi jerawatnya tidak seperti biasanya.. tumbuhnya memerah dan meradang, terasa sakit dan gatal gatal, tumbuhnya di bagian samping kiri & kanan wajah dekat telinga n tulang wajah,. Apakah itu jerawat atau alergi kulit yg lain dok?

Terimakasih telah bertanya tentang jerawat dan alergi melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya jerawat, yaitu: 

  • Stress
  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Keturunan dari orangtua
  • Bakteri di pori-pori kulit

Pengobatan jerawat perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Penggunaan kosmetik dapat mempengaruhi faktor di atas, misalnya memicu sumbatan pada pori-pori kulit, produksi sebum berlebihan, maupun memicu iritasi yang berkembang menjadi infeksi bakteri dan jerawat. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya. Untuk kasus Anda, hentikan dahulu penggunaan kosmetik untuk mengurangi iritasi dan memberikan waktu bagi kulit untuk beregenerasi.

Untuk mengetahui apakah jerawat yang Anda alami terkait dengan alergi atau penggunaan kosmetik, maka perlu diketahui riwayat medis dan pemeriksaan fisik langsung terhadap kulit. 

Alergi akibat pemakaian kosmetik dapat dikelompokkan dalam kelainan kulit yang disebut dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah inflamasi / peradangan pada kulit terjadi karena kulit telah terpapar oleh bahan yang mengiritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi. Dermatitis kontak akan menyebabkan ruam yang besar, gatal dan rasa terbakar dan hal ini akan bertahan sampai berminggu-minggu. Gejala dermatitis kontak akan menghilang bila kulit sudah tidak terpapar oleh bahan yang mengiritasi kulit tersebut (misalnya kosmetik yang Anda gunakan).

Sementara iritasi kulit umumnya berupa ruam kemerahan dan rasa perih pada kulit dapat timbul akibat

  • Paparan sinar matahari
  • Bahan pakaian yang menyebabkan iritasi
  • Bahan kimia (misalnya parfum yang terkandung dalam kosmetik) yang menyebabkan iritasi
  • Scrub

Pemilihan kosmetik memang harus disesuaikan dengan jenis wajah, agar pemakaian kosmetik tersebut tidak memberikan efek yang buruk bagi kulit wajah. Dalam memilih kosmetik harus mempertimbangkan keamanan kosmetik tersebut. Bila kulit anda sering berkeringat/ berminyak, maka pilihnya jenis kosmetik yang berlogo 'oil-free'. Jenis kulit yang berminyak adalah jenis kulit yang memiliki tendensi untuk mengalami penyumbatan pori-pori, oleh sebab itu kami sarankan Anda memilih produk yang “non-komedogenik” dan “tidak menyebabkan jerawat”. Produk-produk ini biasanya tidak mengandung alkohol berlebihan atau tidak mengandung basa sabun berlebihan. Produk-produk kosmetik, tabir surya dan pelembab yang mengandung isopropyl palmitate, isopropyl myristate, butyl stearate, isopropyl isostearate, decyl oleate, isostearyl neopentanoate, isocetyl stearate, myristle myristate, cocoa butter, dan acetylated lanolin, cenderung menutup pori-pori dan dapat memicu terjadinya jerawat. Produk-produk yang mengandung minyak juga dapat menyebabkan jerawat.

Selain itu, pastikan pH sabun yang Anda gunakan untuk membersihkan wajah sesuai dengan pH kulit (5-6,5), karena bila pH sabun terlalu basa (seperti sabun mandi biasa), maka kulit cenderung akan kering dan memicu produksi minyak yang lebih banyak.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Apabila memang merupakan alergi, untuk membantu mengatasi gejala sebaiknya diberikan terapi topikal dengan steroid. Terapi ini harus diresepkan oleh dokter dan dijalankan sesuai petunjuk dokter. Sementara itu yang dapat Anda lakukan adalah menghentikan penggunaan kosmetik wajah tersebut (menghindari pemicu), menghindari penggunaan air panas pada kulit, dan memberikan pelembab (moisturizer) pada lesi. 

Kemudian untuk pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk jerawat atau dengan sabun bayi setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Sabun jenis apakah yang Anda gunakan selama ini?

Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoic acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock dan semua produk perawatan kulit yang berlabel non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

Kami tetap menyarankan Anda memeriksakan diri langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan melakukan pemeriksaan langsung untuk menentukan tatalaksana yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Silahkan baca kumpulan artikel kami mengenai jerawat:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar jerawat dan alergi. Semoga bermanfaat. (FA)

0 Komentar

Belum ada komentar