Sukses

Vagina Berbintik dan Nyeri Berhubungan

14 Jun 2017, 09:27 WIB
Pria, 20 tahun.

Dok, kalau di area vagina ada bintik-bintik jerawat dan saat melakukan hub seks itu sakit. Apakah itu sangat berbahaya? Tapi bintik-bintik tersebut hanya sedikit dan berada di dinding bawah lubang vagina dan sering gatal..

Terima kasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter KlikDokter.com.

Pada bagian manakah tepatnya keluhan tersebut dirasakan? Daerah bibir luar vagina termasuk daerah yang memiliki kelenjar sebasea. Daerah kemaluan adalah daerah yang cukup lembab karena lokasinya dan selalu tertutup celana dalam. Maka dari itu, kelenjar sebasea ditambah daerahnya yang lembab membuat kulit daerah tersebut menjadi lebih mudah terinfeksi.

Bintil-bintil kecil di daerah vulva (sekitar vagina) dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab, diantaranya:

kondiloma akuminata (kutil kelamin)
moluscum kontagiosum (infeksi virus pox)
herpes simplex (infeksi virus herpes)
scabies (infeksi oleh kutu)
jerawat

Bintik-bintik tersebut dapat juga berasal dari kelenjar sebasea yang sedang aktif.

Mungkin harus dikaji ulang mengenai keluhan pada Anda

sejak kapankah keluhan ini terjadi?
apakah ada lecet atau luka pada kemaluan anda?
apakah ada keluhan lain yang menyertai seperti keputiham yang berbau/berwarna?

Sayang sekali sulit bagi kami melakukan analisis dengan informasi yang terbatas. Apabila memang tidak ada faktor risiko Penyakit Menular Seksual (PMS), maka kemungkinannya dapat infeksi, perlukaan karena digaruk, atau penyebab lain. Apabila ada riwayat berhubungan seksual maka perlu dipirkan kemungkinan PMS. Apabila keluhan semakin mengganggu,kami sarankan untuk berkonsultasi langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin karena penyakit kelamin akan lebih mudah ditegakkan apabila dilakukan pemeriksaan secara langsung.

Nyeri saat berhubungan intim (dispareunia) dapat muncul saat akan penetrasi (entry pain) atau pada saat penetrasi dalam (deep pain). Faktor emosi juga berhubungan dengan tipe-tipe nyeri tersebut.

Penyebab entry pain saat penetrasi berhubungan dengan beberapa faktor berikut, yaitu:

  • Pelumas yang kurang. Ini merupakan penyebab paling sering, yang disebabkan oleh kurangnya waktu foreplay, juga oleh turunnya kadar estrogen setelah menopause, setelah melahirkan atau selama menyusui. Obat-obatan seperti antidepresan, obat darah tinggi, sedatif, antihistamin dan pil KB tertentu juga bisa menurunkan jumlah pelumas. 
  • Cedera, trauma atau iritasi. Ini termasuk cedera atau iritasi akibat kecelakaan sebelumnya, operasi organ panggul, atau akibat episiotomi (perlukaan untuk melebarkan jalan lahir).
  • Vaginismus. Kontraksi otot dinding vagina yang tidak disadari (spasme) dapat membuat penetrasi menyakitkan.
    Kelainan bawaan seperti agenesis vagina (vagina tidak sepenuhnya terbentuk) atau himen imperforata (selaput dara menutupi mulut vagina) dapat menyebabkan entry pain.

Deep pain dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi berikut dan umumnya lebih terasa pada posisi tertentu.

  • Penyakit seperti endometriosis, penyakit radang panggul, prolaps rahim, rahim yang menghadap ke belakang (retrofleksi), myoma rahim, infeksi kandung kemih, wasir, kista ovarium, sindrom iritasi usus
  • Akibat operasi atau pengobatan tertentu seperti operasi daerah panggul termasuk histerektomi (pengangkatan rahim) dan radioterapi/kemoterapi kanker.

Emosi sangat mempengaruhi aktivitas seksual pada wanita. Hal-hal berikut menyebabkan atau menambah intensitas nyeri saat hubungan intim.

  • Gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, khawatir akan tampilan fisik, ketakutan akan hubungan intim.
  • Stres akan membuat otot-otot panggul tegang sehingga timbul nyeri saat penetrasi.
  • Pernah mengalami kekerasan seksual di masa lalu

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar