Sukses

Keputihan pada Kehamilan

13 Jun 2017, 22:44 WIB
Pria, 21 tahun.

Assalamualaikum Dokter mau tanya dulu hamil pertama saya bermasalah sampai bayi tak bisA diselamatkan, akibat sering keputihan dan ketuban merembes, sekarang hamil ke 2 juga banyak keeputihan ,solusinya gimana ya biar gak terjadi kayak pada kehamilan pertamanya,terimakasih wassalam

Terimakasih telah bertanya tentang keputihan pada kehamilan melalui fitur Tanya Dokter.

Keputihan terbagi atas dua jenis, yakni keputihan normal maupun abnormal. Dalam keadaan normal cairan vagina berwarna jernih dan tidak berbau ataupun gatal. Namun ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, serta disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll), maka menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal.

Pada saat hamil. keputihan yang dihasilkan cenderung lebih banyak dari biasanya. Penyebabnya antara lain karena perubahan kadar hormon estrogen, serta terjadinya peningkatan aliran darah ke daerah vagina saat kehamilan.

Berikut adalah ciri-ciri keputihan pada saat hamil berdasarkan penyebabnya:

  • Jika keputihan saat hamil tidak berbau namun terdapat gejala nyeri saat berkemih atau berhubungan seksual, gatal dan rasa panas, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi jamur.
  • Jika keputihan saat hamil berwarna putih atau abu-abu disertai bau amis terutama setelah berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Jika keputihan saat hamil berwarna kuning disertai bau, vagina terasa gatal dan berwarna merah, serta rasa tidak nyaman saat berkemih dan berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh bakteri trichomoniasis yang berasal dari infeksi akibat berhubungan seksual.

Setiap keputihan yang terjadi saat hamil harus segera ditangani karena dapat membahayakan janin dan menyebabkan kelahiran prematur.

Berikut adalah tambahan gaya hidup yang baik untuk mencegah timbulnya keputihan abnormal:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Selain itu, hindari makanan olahan yang mengandung banyak gula. Konsumsi gula yang berlebih dapat membuat keseimbangan kuman normal pada vagina terganggu sehingga muncul keputihan.

Jika Anda mengalaminya, selalu periksakan ke dokter kandungan agar tidak semakin memburuk dan menimbulkan komplikasi kepada janin. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar keputihan pada kehamilan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar