Sukses

Puting Payudara Masuk Ke Dalam

13 Jun 2017, 00:53 WIB
Wanita, 17 tahun.

Hallo Dok, saya mau tanya tentang masalah puting payudara saya. Mengapa puting saya tidak tumbuh lagi dan melesak kedalam, sekarang saya sudah 17th saya takut dengan keadaan saya sekarang. Sebelumnya, waktu kecil/masa puber puting saya itu tumbuh tapi waktu itu saya suka memainkan atau menekan2 puting tersebut dan memang sampai masuk kedalam. Apa itu penyebabnya? Dan apakah tidak bisa muncul lagi atau suatu saat nanti juga akan tumbuh kembali? Terimakasih :)

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Puting yang belum menonjol, hilang, rata atau bahkan masuk ke dalam merupakan bentuk variasi yang disebut sebagai "Inverted Nipple". Kondisi ini tidak dipengaruhi oleh pilihan bra yang Anda gunakan.

Berikut adalah beberapa penyebab dari kelainan ini:

-Kelainan sejak lahir
-Menyusui
-Trauma
-Payudara turun
-Kanker payudara
-Infeksi
-Variasi genetik
-Ginekomasti
-Kehamilan
-Penurunan berat badan secara drastis
-Tuberkulosis
-Kendati dapat menimpa pria maupun wanita, sebagian besar pemilik puting rata sejak lahir memiliki anatomi kelenjar payudara yang pendek dan atau otot sekitar puting yang lebar.

"Inverted Nipple" sendiri terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

-Grade 1 : puting masuk ke dalam tapi mudah ditarik keluar. Puting akan melesak kembali apabila ada tekanan lembut di sekitar areola
-Grade 2 : puting yang masuk ke dalam masih bisa ditarik keluar, tapi segera melesak kembali saat dilepas tarikannya
-Grade 3 : puting yang melesak sulit ditarik keluar.

Biasanya, inverted nipple hanya akan menjadi masalah saat menyusui bayi dan tidak mengganggu kenikmatan saat melakukan aktifitas seksual. Untuk penderita grade 1 dan 2, biasanya puting dapat menonjol setelah menyusui, walaupun kondisi ini hanyalah bersifat sementara.

Berhati-hatilah apabila Anda tidak terlahir dengan kondisi ini, dan secara tiba-tiba puting Anda terdesak ke dalam. Segera periksakan diri ke Dokter Spesialis Bedah karena hal ini bisa jadi merupakan suatu tanda keganasan. Selain itu, lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar