Sukses

Gangguan Saraf Mata

12 Jun 2017, 23:21 WIB
Pria, 20 tahun.

Hai Dok. Saya mau bertanya, paman saya baru saja mengalami kebutaan yg menurut dokter setempat penyebabnya adalah gangguan pada saraf mata. Beliau memang cenderung sering menahan lapar dan menahan rasa kantuk. Gejala awal krn asam lambung, gula darah rendah dan tekanan darah yg rendah. Dokter setempat mendiagnosa kecil kemungkinan untuk bisa kembali normal. Pertanyaan saya apakah memang betul gangguan saraf mata yg akhirnya menyebabkan kebutaan tidak bisa ditangani dan kembali normal bisa melihat? Apa ada faktor dari penyakit lain spt tumor dsb?

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Gangguan pada saraf mata adalah kondisi rusaknya saraf mata karena berbagai macam hal seperti trauma, infeksi, iritasi atau sebab lainnya. Dalam bidang medis, gangguan ini kerap juga disebut sebagai neuropati optik. Saraf optik adalah saraf yang menghubungkan dan menyalurkan informasi dari mata ke otak, dan sebaliknya. Kerusakan pada saraf mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga buta.

Di dalam organ mata, terdapat beberapa elemen yang saling bekerja sama untuk membuat manusia mampu melihat. Cahaya masuk melewati kornea dan pupil menuju lensa sebelum di proyeksikan ke dalam retina yang berada di belakang mata. Retina mengubah cahaya menjadi impuls listrik yang ditransmisikan oleh saraf mata ke otak. Organ mata dilindungi oleh tulang di sekitarnya dan bergerak dengan bantuan otot mata, yang juga dikendalikan oleh saraf.

Gangguan saraf mata dapat timbul karena beberapa hal sebagai berikut:

-Tekanan pada saraf mata
-Glukoma
-Infeksi
-Radang
-Keganasan
-Trauma.

Sulit bagi kami untuk mengetahui dan memberikan opini atas apa yang terjadi pada Anda tanpa melakukan pemeriksaan fisik secara langsung. Kerusakan saraf mata memang bukan masalah sederhana yang mudah untuk disembuhkan. Kami sarankan Anda untuk kembali berdiskusi dengan Dokter Spesialis Mata yang menangani permasalahan Anda, untuk dapat mengevaluasi penyebab dan meminta opini kedua apabila diperlukan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar